Rekomendasi Jajan Pasar Solo Legendaris, Tak Lekang oleh Zaman

Solokini.com – Kota Surakarta (Solo) merupakan surga kuliner tradisional, salah satunya jajan pasar yang autentik dan tak lekang oleh zaman.

Menjelajahi pasar-pasar tua di Solo seperti membawa kita kembali ke masa lalu lewat aroma dan rasa jajanan yang khas.

Berikut adalah rekomendasi jajan pasar di Solo yang wajib dicoba karena lezat, harga miring, dan pastinya legendaris.

  • Lenjongan Pasar Gede

Lenjongan adalah ratu dari jajan pasar Solo. Ini merupakan campuran berbagai macam penganan manis berbahan singkong dan ketan. Seperti tiwul, ketan hitam, cenil, klepon, sawut, dan grontol jagung, lalu disiram juruh (gula jawa cair) dan taburan kelapa parut.

Keunggulan: Isiannya sangat lengkap dan teksturnya beragam (kenyal, empuk, dan gurih). Porsi bisa disesuaikan dengan keinginan pembeli.

Kisaran Harga: Mulai dari Rp5.000 per porsi.
Jam Buka: 08.00 – 15.00 WIB (Sering habis sebelum jam makan siang).
Lokasi: Lantai dasar Pasar Gede Hardjonagoro, Solo.

  • Serabi Notosuman

Tidak lengkap ke Solo tanpa mencicipi serabi legendaris yang sudah ada sejak tahun 1923. Berbeda dengan serabi daerah lain, serabi Solo sangat tipis, lembut di tengah, dan memiliki pinggiran renyah yang gurih.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Pusat Oleh-Oleh Solo Terbaik dengan Rating Tertinggi di GMaps

Keunggulan: Teksturnya sangat lembut dan lumer di mulut dengan rasa santan yang kuat. Tanpa kuah kental, serabi ini langsung dinikmati dalam gulungan daun pisang.

Kisaran Harga: Rp2.800 – Rp4.000 per biji (atau sekitar Rp30.000 – Rp40.000 per kotak isi 10).
Jam Buka: 05.00 – 17.00 WIB.
Lokasi: Jl. Moh. Yamin No. 28 (Ny. Lidia) atau Jl. Moh. Yamin No. 49 (Ny. Handayani), Jayengan.

  • Cabuk Rambak

Makanan ini mulai langka namun tetap jadi favorit. Terdiri dari ketupat tipis yang disiram saus wijen putih yang gurih dan sedikit pedas, disajikan di atas pincuk daun pisang dengan pelengkap kerupuk karak (kerupuk nasi).

Keunggulan: Rasa sausnya sangat unik karena terbuat dari wijen sangrai dan kelapa parut, memberikan sensasi rasa yang tidak ditemukan di kuliner lain.

Kisaran Harga: Rp5.000 – Rp10.000 per porsi.
Jam Buka: Biasanya pagi hari (06.00 – 10.00 WIB) di pasar tradisional atau malam hari bersama penjual nasi liwet.
Lokasi: Pasar Gede (Nasi Liwet & Cabuk Rambak Bu Hadi) atau sekitar Jalan Slamet Riyadi saat CFD.

  • Tahok Pak Dhiman
Baca Juga :  Rekomendasi Restoran Spesial Sambal di Solo, Wajib bagi Pecinta Pedas!

Tahok adalah kuliner akulturasi Tionghoa-Jawa (kembang tahu). Terbuat dari sari kedelai lembut seperti puding yang disiram kuah jahe hangat yang manis.

Keunggulan: Sangat cocok dinikmati saat pagi hari yang dingin. Teksturnya sangat halus dan kuah jahenya memberikan efek hangat di tubuh.

Kisaran Harga: Rp8.000 per porsi.
Jam Buka: 06.00 – 10.00 WIB (Cepat habis).
Lokasi: Jl. Laksda Adisucipto (depan gerbang Pasar Gede).

  • Brambang Asem

Penganan sederhana namun bikin nagih. Terdiri dari daun ubi jalar (telo) rebus yang disiram sambal asam jawa dengan aroma bawang merah (brambang) yang kuat, disajikan dengan tempe gembus bacem.

Keunggulan: Perpaduan rasa segar dari sayuran, pedas manis sambal, dan gurihnya tempe gembus menciptakan cita rasa “ndeso” yang autentik.

Kisaran Harga: Rp5.000 per porsi.
Jam Buka: 08.00 – 15.00 WIB.
Lokasi: Kawasan Pasar Gede (biasanya dijual bersamaan dengan Lenjongan).

Tips Kulineran di Solo

Datanglah lebih pagi (sebelum jam 09.00 WIB) jika ingin berburu jajan pasar di Pasar Gede, karena stok jajanan legendaris ini biasanya ludes dalam waktu singkat oleh warga lokal dan wisatawan.

Berita sebelumyaBlue Bird Bukukan Pendapatan Rp1,45 T di Kuartal I 2026, Tumbuh 11,6%
Berita berikutnya74 Ribu Siswa Semarang Terkepung Iklan Rokok, Rapor KTR Anjlok ke Peringkat 224 Nasional