Nafis Mahendra Terpilih Menjadi Ketua Umum Percasi Solo Usai Muskot Alot

Nafis Mahendra terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Surakarta periode 2026–2030 melalui Muskot di Kantor KONI Kota Surakarta, Minggu (13/9/2026).

SOLO, Solokini.com — Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Surakarta periode 2026–2030 di Kantor KONI Kota Surakarta berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh dinamika, Minggu (13/9/2026).

Forum pengambilan keputusan tertinggi induk olahraga catur tingkat kota tersebut diwarnai hujan interupsi, silat pendapat antarpeserta, hingga pengerahan unsur pengamanan eksternal guna memelihara kondusifitas persidangan.

Meski berjalan alot dan melelahkan sejak awal agenda evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner, Muskot akhirnya memunculkan nama baru di jajaran kepemimpinan.

Figur muda berusia 27 tahun, Nafis Mahendra, secara resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum Percasi Kota Surakarta untuk masa bakti 2026–2030.

Dihadiri Belasan Klub dan Pengurus, Diwarnai Tensi Tinggi

Berdasarkan data presensi panitia, Muskot Percasi Surakarta kali ini dihadiri oleh 13 utusan klub catur resmi yang berada di bawah naungan Percasi Surakarta serta 15 orang jajaran pengurus.

Jumlah peserta yang memadati ruang sidang KONI Surakarta tersebut membawa dinamika persidangan berjalan begitu hidup dan sarat kepentingan pengembangan olahraga otak ini di Kota Bengkulu/Solo.

Tingginya suhu politik olahraga di dalam ruangan membuat panitia pelaksana sejak awal mengambil tindakan preventif.

Langkah antisipasi dilakukan dengan melibatkan unsur pengamanan eksternal untuk mengawal jalannya Muskot. Kehadiran personel keamanan ini ditujukan semata-mata agar seluruh tahapan sidang dapat terlaksana secara aman, tertib, dan terkendali.

Hujan Interupsi dan Momen Puncak Ketegangan

Jalannya persidangan tidak luput dari gejolak. Ketegangan antarpeserta sidang beberapa kali pecah saat pembahasan materi rapat.

Momen puncak ketegangan terjadi tatkala protes keras dilontarkan secara beruntun oleh Budi Setiadi, perwakilan dari klub BKCC. Suasana yang memanas di dalam ruang sidang sempat memicu reaksi cepat dari tim pengamanan eksternal.

Petugas keamanan bahkan sempat mengambil tindakan untuk mengeluarkan Budi Setiadi secara paksa dari area persidangan demi menetralkan situasi. Namun, insiden pengeluaran paksa tersebut berhasil diredam.

Guntur, yang bertindak sebagai Pimpinan Sidang dari internal Percasi, langsung mengambil sikap sigap dengan mencegah dan menghalangi tindakan tegas petugas keamanan. Momen kesigapan pimpinan sidang ini menjadi kunci penting sehingga forum musyawarah tidak terperosok ke dalam kericuhan yang lebih luas.

Silat Pendapat Usulan Skorsing dan Sterilisasi Ruangan

Baca Juga :  1.750 Pesilat Ikuti Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 di Solo

Dinamika persidangan terus berlanjut hingga menginjak agenda krusial penyampaian visi dan misi kandidat ketua umum. Di tahapan ini, kontestasi bursa calon ketua umum telah mengerucut pada dua nama kandidat kuat, yakni Nafis Mahendra dan Taufiq Qurrahman.

Di tengah jalannya sesi tersebut, Kholifi selaku utusan resmi dari klub catur Kuda Praon melontarkan interupsi. Kholifi berkali-kali mengajukan usulan agar pimpinan sidang melakukan skorsing atau penghentian sementara jalannya rapat selama beberapa menit.

Usulan skorsing ini didasari alasan objektif untuk memberikan kesempatan waktu bagi kandidat ketua umum lainnya, Taufiq Qurrahman, yang belum tampak hadir di lokasi sidang saat sesi pemaparan visi dan misi hendak dimulai.

Menghadapi rentetan interupsi serta situasi persidangan yang kian alot, Guntur selaku pimpinan sidang kembali mengambil keputusan tegas. Demi menjaga fokus, kerahasiaan, serta independensi proses pengambilan keputusan internal, Guntur menginstruksikan sterilisasi ruang sidang.

Pimpinan sidang meminta seluruh pihak yang tidak memiliki hak suara atau kepentingan langsung dalam musyawarah untuk keluar dari ruangan.

Langkah sterilisasi ini diterapkan secara ketat, termasuk kepada para insan pers/pewarta berita serta tim media internal dari KONI Kota Surakarta, guna memastikan forum steril dari potensi intervensi luar.

Voting Menentukan Hasil Akhir

Setelah ruang sidang dinyatakan steril dan situasi kembali terkendali, proses suksesi kepemimpinan akhirnya ditempuh melalui mekanisme pemungutan suara (voting) secara terbuka dan demokratis.

Dari total 18 pemegang hak suara sah yang terdaftar dalam Muskot, sebanyak 15 pemegang hak suara menggunakan hak pilihnya dalam bilik voting, sementara 3 pemegang hak suara lainnya dinyatakan absen.

Usai penutupan persidangan, Pimpinan Sidang Muskot Percasi Surakarta, Guntur, menegaskan bahwa serangkaian dinamika dan Perdebatan keras yang terjadi sepanjang persidangan merupakan hal yang lumrah dalam bingkai demokrasi organisasi.

“Sebagai pimpinan sidang, saya harus tetap netral dan menjaga supaya proses pemilihan itu berlangsung secara demokratis,” ujar Guntur kepada wartawan.

Guntur menambahkan, tugas utama presidium sidang adalah memastikan seluruh tahapan Muskot berjalan sesuai AD/ART hingga melahirkan keputusan sah tanpa ada agenda yang terbengkalai.

“Dinamika seperti tadi hal yang biasa, yang penting tugas kami mengawal supaya agenda ini selesai tuntas dan tidak tertunda,” tandasnya.

Baca Juga :  1.750 Pesilat Ikuti Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 di Solo

Nahkoda Muda Mengusung Visi “BERSATU, BERBENAH, DAN BERPRESTASI”

Kemenangan dalam pemungutan suara resmi menobatkan Nafis Mahendra sebagai nahkoda baru Percasi Kota Surakarta untuk empat tahun ke depan.

Di usianya yang baru masuk 27 tahun, tokoh muda ini sadar betul akan besarnya tantangan organisasi di depan mata, terutama dalam merekatkan kembali faksi-faksi yang sempat muncul akibat dinamika di arena Muskot.

Terkait amanah baru tersebut, Nafis menegaskan kesiapannya untuk langsung tancap gas melakukan konsolidasi internal. Langkah taktis pertama dan prioritas adalah merangkul kembali seluruh elemen klub dan pengurus tanpa membeda-bedakan pandangan politik saat Muskot.

“Langkah awal kita akan lakukan pembenahan organisasi dan tata kelola,” tegas Nafis saat menyampaikan pemaparan pasca-terpilih.

Ia menggarisbawahi bahwa jabatan Ketua Umum Percasi bukanlah panggung kekuasaan, melainkan sebuah tanggung jawab besar dalam memajukan olahraga catur di Kota Surakarta.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk membawa catur Surakarta menjadi lebih baik. Saya ingin dengan semangat anak muda, kita bersama-sama membangun Percasi yang solid, terbuka, dan berorientasi pada prestasi,” ungkapnya optimis.

Fokus Pembinaan Atlet Muda dan Kolaborasi Akar Rumput

Menatap masa bakti 2026–2030, Nafis Mahendra telah menyiapkan cetak biru pengembangan olahraga catur Solo. Salah satu pilar utama kepemimpinannya bakal difokuskan pada penguatan sistem pembinaan atlet usia dini dan usia muda secara berkesinambungan.

Guna mewujudkan target tersebut, Percasi Surakarta di bawah kepemimpinannya akan memperluas jejaring kemitraan dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Mulai dari institusi sekolah, klub-klub catur lokal, komunitas pencinta catur, hingga jajaran pelatih berpengalaman.

“Kita harus menyiapkan generasi pecatur sejak usia muda. Talenta-talenta baru harus ditemukan, dibina, dan diberikan ruang untuk berkembang serta berkompetisi,” urai Nafis.

Mengakhiri keterangannya, Nafis mengingatkan seluruh pemangku kepentingan catur di Kota Solo bahwa kejayaan prestasi olahraga tidak bisa diraih melalui jalur instan.

Memerlukan tata kelola organisasi yang transparan, pembinaan usia muda berjenjang, serta kompetisi yang konsisten agar Kota Surakarta terus melahirkan pecatur-pecatur andal yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah regional, nasional, hingga internasional.

Berita sebelumyaTurnamen Beyblade Vega Toys On Tour 2026 Ramaikan Neo Solo Grand Mall
Berita berikutnya7 Hotel Bintang 5 Terbaik di Solo, Nyaman dan Mewah untuk Menginap