SOLO, Solokini.com — Di tengah persaingan bisnis akomodasi yang semakin dinamis, Hotel Zigna Kampung Batik genap memperingati usianya yang ke-6 pada Oktober 2026.
Mengusung tema besar “Beyond Six”, hotel bintang empat yang berlokasi di kawasan bersejarah Laweyan, Surakarta (Solo) ini menegaskan komitmennya. Tidak hanya memberikan pelayanan akomodasi berstandar tinggi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekosistem hospitality dan ekonomi kreatif lokal.
Perayaan puncak HUT ke-6 Hotel Zigna Kampung Batik tersebut diselenggarakan dengan penuh kehangatan di Parangkusumo Ballroom, Sabtu, (10/10/2026).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini secara khusus menghadirkan keluarga besar dari para karyawan serta sajian hiburan dari grup orkes humor legendaris asal Solo, Pecas Ndahe.
Momentum enam tahun ini menjadi cermin perjalanan panjang Hotel Zigna Kampung Batik dari pertama kali beroperasi di tengah tantangan masa sulit hingga kini tumbuh menjadi salah satu penopang utama pariwisata Solo.
Sejarah Berdiri dan Peran Strategis di Dunia Hospitality Soloraya
Hotel Zigna Kampung Batik pertama kali resmi beroperasi pada 10 Oktober 2020.
Kehadiran hotel ini terbilang unik sekaligus penuh tantangan, karena mulai operasional di tengah situasi pandemi global COVID-19 yang sempat memukul sektor pariwisata secara signifikan.
Kendati demikian, pembangunan dan pengoperasian hotel tetap direalisasikan dengan visi jangka panjang yang jelas, yakni membantu pemulihan ekonomi masyarakat sekitar. Khususnya para perajin dan pengusaha batik di kawasan heritage Kampung Batik Laweyan, Solo.
Sejak awal berdiri, Hotel Zigna Kampung Batik mengusung konsep arsitektur dan interior yang unik, memadukan pesona nuansa kolonial, warisan budaya Jawa yang kental, serta sentuhan modern yang memikat segmen wisatawan generasi muda maupun pebisnis.
Fasilitas seperti 130 kamar berbagai tipe, sky pool di lantai atas dengan pemandangan lanskap Kota Solo dan Gunung Merapi-Merbabu, hingga fasilitas kuliner Canting Londo Kitchen, menjadikannya destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam lanskap persaingan hospitality di Soloraya, peran Hotel Zigna Kampung Batik sangat strategis.
Hotel ini berdiri tidak sekadar menjual kamar dan fasilitas rapat, melainkan berintegrasi langsung dengan ekosistem ekonomi lokal.

Dengan lokasi yang berada tepat di jantung Kampung Batik Laweyan, hotel ini mempermudah arus wisatawan untuk menjelajahi toko batik, mengikuti workshop membatik, serta menggerakkan roda UMKM di Surakarta.
Integrasi bisnis hospitality dengan warisan budaya lokal ini menciptakan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian Kota Solo.
Rangkaian ‘Road to Anniversary‘: Kolaborasi Bisnis dan Gaya Hidup Sehat
Sebagai bagian dari perayaan enam tahun kiprahnya, manajemen Hotel Zigna Kampung Batik tidak hanya merayakan pencapaian secara internal.
Sepanjang bulan Agustus hingga September 2026, serangkaian agenda Road to Anniversary digelar untuk memperkuat hubungan kemitraan antarinstansi dan komunitas masyarakat.
Kegiatan diawali pada bulan Agustus melalui aksi sosial donor darah yang melibatkan karyawan serta masyarakat umum. Selanjutnya, pada 12 September 2026, Hotel Zigna menggelar ajang olahraga ‘Hotelier & Media Influencer Padel Competition‘.
Turnamen ini diikuti oleh perwakilan dari 16 hotel berjejaring dan pegiat media/influencer di Soloraya.
Selain menjadi wadah penyaluran tren olahraga padel yang sedang berkembang pesat di Indonesia, ajang ini berfungsi sebagai sarana diplomasi bisnis dan silaturahmi.
Melalui kegiatan ini, sinergi sesama pelaku industri perhotelan dan media pariwisata semakin kokoh di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Puncak Acara Perayaan: Apresiasi Bagi Garda Terdepan dan Keluarga
Malam puncak perayaan anniversary ke-6 di Parangkusumo Ballroom menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah operasional hotel, jajaran manajemen secara khusus mengundang staf bersama anggota keluarga tercinta mereka.
Cluster General Manager Hotel Zigna Kampung Batik, Gusti Muchlis menyampaikan, keberhasilan hotel dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis dan memberikan Pelayanan Prima (Service Excellence) tidak lepas dari dukungan garis belakang para staf.
“Ini menjadi kali pertama kita merayakan anniversary hotel ditemani oleh orang-orang terkasih yang selama ini menjadi supporter di balik layar. Mereka adalah sumber motivasi, kekuatan, dan tempat kita kembali setelah melewati hari yang panjang,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
“Perayaan ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan Hotel Zigna Kampung Batik dalam menghadirkan pelayanan prima di industri perhotelan,” imbuh Gusti Muchlis.

Sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian enam tahun perjalanan bisnis, prosesi utama ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh jajaran pemilik (owner) Hotel Zigna Kampung Batik, yakni Ivan Dahniar Sumampow, Iefenn Andrianne Sumampow, dan Ivan Sulistyo.
Tumpeng secara simbolis diserahkan kepada Gusti Muchlis selaku Cluster General Manager.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja SDM yang menjadi ujung tombak bisnis hospitality, manajemen juga memberikan penghargaan Employee of the Semester, dan pembagian doorprize. Penutupan acara berlangsung meriah melalui penampilan musik dari grup orkes humor legendaris asal Solo, Pecas Ndahe.
Komitmen Inovasi Layanan dan Optimisme Bisnis Perhotelan Solo
Sebagai hotel bintang 4 yang terus bertransformasi di Kota Solo, Hotel Zigna Kampung Batik menegaskan kesiapannya untuk menghadapi tantangan industri pariwisata dan akomodasi di masa depan.
Kunci utama kelangsungan bisnis perhotelan saat ini terletak pada inovasi fasilitas, adaptasi terhadap tren kebutuhan konsumen, serta kualitas pelayanan yang konsisten.
Gusti Muchlis menambahkan bahwa semangat “Beyond Six” akan menjadi pijakan bagi seluruh tim untuk melangkah lebih jauh.
“Puncak acara anniversary kali ini merupakan wujud rasa terima kasih kami kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Hotel Zigna Kampung Batik,” ungkapnya.
“Dengan semangat kebersamaan, kami akan terus berinovasi dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap tamu yang datang,” pungkasnya.
Keunggulan lokasi yang terhubung langsung dengan pusat perajin batik tertua di Solo dipadu inovasi layanan yang terus bergulir, serta komitmen pada pemberdayaan lokal menjadi modal penting.
Dengan semua itu, Hotel Zigna Kampung Batik optimis dapat terus menjadi salah satu pilar utama penggerak sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Soloraya di masa mendatang.













