Cerita Seporsi Kemenangan Warga Solo: Gigih Minta Kembalian Parkir Sesuai Tarif

Pejalan kaki sedang berjalan di City Walk Slamet Riyadi. foto ilustrasi
Pejalan kaki sedang berjalan di City Walk Slamet Riyadi. foto ilustrasi

SOLO, Solokini.com – Tarif parkir di Solo sampai saat ini masih menjadi masalah yang sering diadukan warga. Kali ini, peristiwa yang dialami oleh pemilik akun Threads nrfaai saat memarkirkan kendalanya di kawasan Jalan Slamet Riyadi. Dalam pengalamannya, pemilik akun menceritakan kerumitan saat menerima uang kembalian yang tidak sesuai dari sang juru parkir.

Kejadian itu bermula ketika pengguna jalan tersebut membayar retribusi parkir sepeda motor menggunakan uang pecahan Rp10.000. Namun, juru parkir hanya memberikan kembalian Rp7.000 dengan alasan tidak memiliki uang pas.

Pengguna akun tersebut kemudian menegur juru parkir karena seharusnya menerima kembalian Rp8.000 jika tarif parkir sepeda motor sebesar Rp2.000. Juru parkir sempat memberikan tiga lembar uang Rp2.000, tetapi jumlah itu masih kurang Rp2.000. Pengguna akun tersebut kembali memprotes hingga juru parkir memberikan kembalian Rp8.000 sambil menggerutu karena harus mendapat penjelasan soal hitungan uang.

Baca Juga :  Fitur Baru Aplikasi MyBluebird, Inovasi Blue Bird Perkuat Ekosistem Digital

“Lagi wae bngt parkir ning slamri duit ku 10k dijujuli 7k jarene ‘raono jahitunan mba, wes rapopo’, karo nunjukke duite 2k dan 5k an kabeh, yo tak sauri ‘lha kan uangku 10k kembali 2k an 4 lah jadi 8k’ jik blunder wae tk eyel trs pokoe barkui dibelekke 2k an 3 lembar tak eyel neh ‘pie to iki lagi 6k’ trs dijujuli 8k ro gremeng ‘uwong urip kok pekok men jujul ndadak diajari’ tak sauri ‘layo to pekok’,” tulisnya seperti dikutip Solokini, Senin, 5 Oktober 2026.

Pesan Terbuka untuk Wali Kota Solo

Meski menceritakan pengalaman yang menjengkelkan, pengguna akun tersebut menegaskan bahwa ia tidak bermaksud memperkeruh suasana atau menyudutkan pemerintah daerah. Ia justru menyampaikan pesan terbuka kepada Wali Kota Solo sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penataan kota yang sedang berjalan.

Baca Juga :  Sinergi Favehotel Solo & SMK Muhammadiyah 2 Jogja Cetak SDM Perhotelan Unggul

“Jangan bengkok, Pak Wali. Saya bikin Threads ini krena saya puas aja melawan tukang parkir yg ngeyel. Sebagai warga Solo, kita juga perlu berani menegur ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai. Jadi mari kita sebagai warga ikut membantu. Pokoknya motor 2K, mobil 3K. Kalau lebih dari itu, bisa minta bayar lewat QRIS yang sudah disediakan juga,” lanjutnya.

Wali Kota Solo Respati Ardi turut menanggapi unggahan tersebut. Ia berterima kasih atas partisipasi warga dalam membantu penataan parkir. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk mengatasi persoalan parkir di Kota Solo.

“Apabila ada oknum jukir yang tidak memiliki karcis atau menarik biaya diluar karcis mohon dibantu untuk menolak dan jika ada tindakan oknum jukir yang melanggar, bisa disampaikan kepada kami,” ucapnya.

Berita sebelumya7 Hotel Dekat Stasiun Purwosari Solo yang Nyaman untuk Semua Budget