BULOG Luncurkan Campus Preneur, Gandeng Kampus Perkuat RUU Pangan

Solokini.com, Solo — Perum BULOG mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam ekosistem pangan nasional melalui program “BULOG Campus Preneur”.

Inisiatif ini diproyeksikan sebagai model kolaborasi kampus yang siap mendukung implementasi kebijakan pangan nasional, termasuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pangan.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, saat menghadiri Kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR RI ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta (Solo), Jumat (12/6/2026).

Forum ini digelar dalam rangka dengar pendapat dan penyerapan aspirasi dari akademisi terkait RUU Pangan.

Ahmad Rizal menegaskan, membangun ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada aspek produksi dan distribusi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dunia pendidikan sebagai pusat inovasi dan riset.

Baca Juga :  Rayakan Hari Purbakala, Pemkot Solo akan Gelar Solo Heritage Festival 2026

“BULOG melihat kampus sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan pangan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, gagasan besar tentang pangan dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ahmad Rizal.

Sebagai langkah konkret, program BULOG Campus Preneur hadir untuk menghubungkan BULOG, kampus, mahasiswa, dan pemerintah daerah.

Program ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan muda melalui pengembangan Rumah Pangan Kita (RPK) Muda, Mitra Pangan Muda, dan Penggerak Gerakan Pangan Murah (GPM) Muda.

Selain sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pendekatan ini dinilai efektif memperluas akses masyarakat terhadap pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

BULOG berharap semangat kolaborasi ini dapat menjadi masukan strategis dalam RUU Pangan, khususnya terkait pemberdayaan generasi muda.

Baca Juga :  IYCTC Ungkap Alasan Kelumpuhan Kebijakan Kesehatan Nasional, Pemerintah Sebut Isu Rokok ‘Tidak Populer’

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang turut hadir dalam forum tersebut menyambut baik kontribusi dari dunia akademik. Ia menegaskan, penyusunan RUU tentang Pangan memerlukan partisipasi publik yang luas agar regulasi yang dihasilkan tepat sasaran.

“Universitas memiliki peran strategis dalam memberikan perspektif ilmiah yang objektif dan konstruktif bagi penyempurnaan substansi RUU tentang Pangan. Masukan dari akademisi sangat penting agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional,” tutur Titiek.

Kegiatan dengar pendapat yang berlangsung di lingkungan UNS tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, serta dihadiri oleh unsur legislatif, pakar pangan, dan pemangku kepentingan strategis lainnya.

Berita sebelumyaKampanyekan Keselamatan Berkendara, Satlantas Solo Rangkul Komunitas Motor