Alumni UMS Luncurkan Platform NutriAI Pro Berbasis Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital Gizi

Solokini.com, Solo – Kabar baik bagi dunia kesehatan, platform kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia yang khusus dirancang untuk profesi ahli gizi, NutriAI Pro, resmi diluncurkan pada Minggu (19/4/2026).

Peluncuran ini dilakukan melalui webinar bertajuk “Resolusi Gizi Berbasis Teknologi AI” yang diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi gizi.

Platform yang dikembangkan oleh PT NutriAI Indonesia Cerdas ini merupakan evolusi dari versi sebelumnya yang telah diuji coba oleh ratusan ahli gizi di Indonesia. Kini, NutriAI Pro hadir dengan sistem manajemen yang lebih terintegrasi untuk mendukung efisiensi layanan gizi nasional.

Sosok di balik inovasi ini adalah Saminur Fauzan, seorang alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sebagai Founder & CEO NutriAI, Saminur mengungkapkan, platform ini lahir dari keresahannya terhadap beban administratif ahli gizi klinis yang sangat tinggi di lapangan.

Baca Juga :  Tani Merdeka Indonesia Targetkan Swasembada Tebu dan Jagung di Tahun 2026

“NutriAI bukan sekadar alat, tetapi mitra kerja. Pekerjaan administratif yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” jelas Saminur, Senin (20/4/2026).

NutriAI Pro mengunggulkan tiga fitur utama, yakni, AI NCP Generator, AI Menu Diet, serta Sistem Manajemen Pasien Terintegrasi.

Dalam demonstrasi produk, platform ini terbukti mampu menyusun dokumen Nutrition Care Process (NCP) dan menu diet personal hanya dalam hitungan detik, memangkas waktu kerja manual yang biasanya memakan waktu hingga 45 menit.

Peluncuran ini mendapat apresiasi tinggi dari Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah. Ia menilai kehadiran NutriAI menjadi momentum penting peralihan dari cara manual menuju digitalisasi yang meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Banjir Rendam 8 Kelurahan di Solo, PMI Terjunkan Ambulans dan Salurkan Air Bersih

Selain dukungan domestik dari PERSAGI dan AIPGI, NutriAI juga mendapat sorotan internasional. Platform ini sebelumnya telah dipresentasikan dalam ajang Harvard HSIL Global Hackathon 2026 di Malaysia.

Dukungan melalui pesan video juga disampaikan oleh Deepali Sharma dari Harvard dan Ganesh Kathiresan yang menekankan potensi besar AI dalam transformasi nutrisi klinis global.

Dengan tagline “Built by Experts, Powered by AI,” startup yang berbasis di Dharmasraya, Sumatera Barat ini menargetkan untuk terus mengembangkan AI Workflow Engine. Guna memastikan ahli gizi di Indonesia dapat lebih fokus pada edukasi dan pelayanan pasien ketimbang urusan administratif.

Berita sebelumyaUNISRI Bekali 28 Wisudawan Terbaik Sertifikasi BNSP, Persiapkan Lulusan Siap Kerja
Berita berikutnyaSatlantas Polres Wonogiri Gelar Program Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Budaya Tertib Sejak Dini