100 Istilah Gen-Z Populer dan Artinya, Paling Sering Dipakai

Ilustrasi. (Magnific)

Solokini.com — Pernah merasa kebingungan saat membaca komentar di media sosial atau mendengar anak muda ngobrol menggunakan istilah seperti rizz, side eye, hingga cegil? Bahasa gaul Gen-Z memang bergerak sangat cepat. 

Sebagian besar istilah Gen-Z ini lahir dari tren internet, meme viral, hingga adopsi bahasa Inggris yang disesuaikan dengan gaya komunikasi khas anak muda Indonesia.

Agar tetap relate saat berkomunikasi di media sosial maupun kehidupan sehari-hari, simak panduan lengkap 100 istilah Gen-Z paling populer beserta artinya yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Berikut ini 100 istilah Gen-Z populer dan artinya:

Kategori Hubungan & Percintaan (Romance & Social Dynamics)

  1. Love Language: Cara seseorang mengekspresikan dan menerima rasa kasih sayang (seperti words of affirmation, physical touch, dll.).
  2. Red Flag: Sifat atau perilaku seseorang yang menjadi pertanda buruk atau bahaya dalam suatu hubungan.
  3. Green Flag: Sifat positif seseorang yang menunjukkan bahwa ia adalah pasangan atau teman yang sehat dan baik.
  4. Yellow Flag: Perilaku yang perlu diwaspadai, belum tentu buruk tetapi membutuhkan kehati-hatian.
  5. Ghosting: Tindakan menghilang secara tiba-tiba dan memutus komunikasi tanpa penjelasan.
  6. Breadcrumbing: Memberikan perhatian kecil secara berkala hanya untuk menjaga seseorang tetap tertarik tanpa niat berkomitmen.
  7. Gaslighting: Bentuk manipulasi psikologis yang membuat korban meragukan ingatan, persepsi, atau kesadarannya sendiri.
  8. Situationship: Hubungan romantis tanpa status resmi atau kejelasan arah.
  9. Backburner: Menyimpan seseorang sebagai opsi cadangan saat hubungan utama tidak berjalan lancar.
  10. Ick: Perasaan ilfil atau jijik yang muncul mendadak akibat perilaku sepele dari pasangan/gebetan.
  11. Rizz: Singkatan dari charisma; kemampuan untuk memikat atau merayu seseorang secara alami.
  12. Cuffing Season: Fenomena mencari pasangan saat musim dingin atau menjelang akhir tahun agar tidak kesepian.
  13. Soft Launch: Mengunggah foto pasangan di media sosial secara tersirat tanpa memperlihatkan wajahnya secara jelas.
  14. Hard Launch: Mengunggah foto pasangan secara terang-terangan untuk mengumumkan hubungan ke publik.
  15. Benching: Menunda hubungan dengan seseorang dan menjadikannya opsi cadangan.

Kategori Kepribadian & Ekspresi Diri (Personality & Vibe)

  1. Main Character Energy: Gaya atau sikap seseorang yang bertindak seolah-olah ia adalah pemeran utama dalam hidupnya.
  2. Era: Fase kehidupan tertentu yang sedang dijalani seseorang (misal: “In my healing era“).
  3. Glow Up: Transformasi penampilan, mental, atau kehidupan seseorang menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.
  4. Vibe Check: Menilai energi, suasana hati, atau karakter seseorang/tempat.
  5. Extrovert / Introvert: Tipe kepribadian terkait cara seseorang mengisi ulang energi sosialnya.
  6. Ambivert: Kepribadian gabungan antara introvert dan ekstrovert.
  7. Pick Me Girl / Boy: Seseorang yang berusaha keras tampil berbeda dari gender-nya demi mendapat pujian lawan jenis.
  8. Slay: Menunjukkan performa atau penampilan yang sangat luar biasa dan memukau.
  9. Aesthetic: Sesuatu yang memiliki nilai keindahan visual yang tinggi atau memiliki gaya khas.
  10. Salty: Perasaan kesal, iri, atau dongkol terhadap suatu situasi atau pencapaian orang lain.
  11. Extra: Berlebihan dalam bersikap, berpakaian, atau merespons sesuatu.
  12. Basic: Seseorang yang menyukai hal-hal yang sangat umum atau mainstream tanpa keunikan.
  13. High Key: Diungkapkan secara terbuka, jujur, dan jelas tanpa disembunyikan.
  14. Low Key: Diungkapkan secara halus, rahasia, atau diam-diam.
  15. Ngl (Not Gonna Lie): Pengakuan jujur sebelum menyampaikan pendapat.

Kategori Emosi & Kesehatan Mental (Mental Health & Feelings)

  1. FOMO (Fear of Missing Out): Ketakutan atau rasa cemas akan ketinggalan tren atau momen seru.
  2. JOMO (Joy of Missing Out): Rasa bahagia dan tenang saat tidak ikut campur atau menikmati waktu sendiri.
  3. Burnout: Kondisi kelelahan fisik dan mental secara ekstrem akibat stres berkepanjangan.
  4. Overthinking: Merenungkan atau memikirkan sesuatu secara berlebihan hingga memicu rasa cemas.
  5. Healing: Proses pemulihan batin dari trauma, rasa lelah, atau masalah emosional.
  6. Deep Talk: Percakapan mendalam mengenai kehidupan, perasaan, atau pandangan personal.
  7. Validasi: Pengakuan atau pembenaran atas perasaan dan tindakan seseorang.
  8. Triggered: Kondisi emosional yang terpancing atau terganggu akibat ingatan masa lalu yang buruk.
  9. Overwhelmed: Perasaan kewalahan karena terlalu banyak tekanan atau beban pekerjaan.
  10. Rent Free: Sesuatu atau seseorang yang terus-menerus mengganggu pikiran tanpa bisa dilupakan.
  11. Living in My Head: Terlalu banyak berimajinasi atau mengandalkan pikiran sendiri ketimbang realitas.
  12. Inner Child: Sisi kepribadian kekanak-kanakan yang terbentuk dari pengalaman masa kecil.
  13. Boundaries: Batasan pribadi yang dibuat untuk menjaga kesehatan mental dan kenyamanan diri.
  14. Brain Rot: Kondisi mental yang terasa tumpul akibat terlalu lama mengonsumsi konten internet berkualitas rendah.
  15. Cringe: Perasaan risih, canggung, atau malu melihat tingkah laku seseorang.
Baca Juga :  Apa Itu Penyadapan: Sejarah, Hukum di Indonesia & Bahayanya

Kategori Komunikasi & Bahasa Internet (Internet Slang & Chatting)

  1. Spill the Tea: Membocorkan atau menceritakan gosip dan informasi rahasia.
  2. Cap / No Cap: Cap berarti bohong/omong kosong; No Cap berarti jujur/tanpa rekayasa.
  3. POV (Point of View): Sudut pandang dalam menyampaikan cerita atau membuat konten video.
  4. FYP (For You Page): Halaman utama TikTok yang berisi rekomendasi video sesuai minat pengguna.
  5. Flexing: Tindakan memamerkan kekayaan, pencapaian, atau barang mewah di media sosial.
  6. YOLO (You Only Live Once): Prinsip hidup bahwa hidup hanya sekali, sehingga harus dinikmati tanpa ragu.
  7. TBH (To Be Honest): Singkatan untuk menyatakan kejujuran dalam berpendapat.
  8. IYKYK (If You Know, You Know): Isyarat bahwa hanya orang tertentu yang paham maksud dari suatu cerita.
  9. SMH (Shaking My Head): Ekspresi menggelengkan kepala tanda tidak percaya atau kecewa.
  10. Ghosting: Memutus kontak secara mendadak di media sosial atau aplikasi pesan.
  11. Doomscrolling: Kebiasaan terus-menerus membaca berita buruk di media sosial tanpa henti.
  12. Ratioed: Kondisi ketika balasan (reply) pada suatu unggahan lebih banyak daripada jumlah like, menandakan ketidaksetujuan publik.
  13. Clout: Pengaruh, ketenaran, atau popularitas di media sosial.
  14. Lurker: Seseorang yang hanya memantau media sosial atau grup percakapan tanpa pernah merespons.
  15. Mutuals: Teman atau pengikut yang saling mengikuti (follow) di platform media sosial.

Kategori Respon & Gaya Hidup (Lifestyle & Everyday Reactions)

  1. Bussin: Digunakan untuk menggambarkan makanan yang rasanya sangat enak atau lezat.
  2. Period / Periodt: Penjelas bahwa suatu pernyataan sudah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
  3. Understood the Assignment: Berhasil melakukan sesuatu sesuai harapan atau bahkan melebihi ekspektasi.
  4. Sheesh: Ekspresi kekaguman, terkejut, atau rasa kagum yang luar biasa.
  5. Bet: Kata persetujuan yang berarti “Oke”, “Bisa diatur”, atau “Siap!”.
  6. Valid: Pernyataan atau perasaan yang dirasa masuk akal dan dipahami.
  7. G.O.A.T (Greatest of All Time): Sebutan bagi orang yang terbaik di bidangnya.
  8. Gatekeeping: Tindakan menyembunyikan informasi (tempat, resep, barang) agar tidak diketahui orang banyak.
  9. Side Eye: Sorotan mata melirik ke samping yang menandakan rasa curiga, tidak suka, atau menilai.
  10. Sus (Suspicious): Singkatan dari mencurigakan atau mengindikasikan adanya kebohongan.
  11. Stan: Penggemar yang sangat fanatik terhadap idola atau publik figur.
  12. Simp: Seseorang yang melakukan hal berlebihan demi menyenangkan orang yang disukai tanpa balasan seimbang.
  13. Touch Grass: Imbauan untuk keluar rumah dan beristirahat dari dunia maya/internet.
  14. Delulu (Delusional): Memiliki ilusi atau halusinasi yang tinggi terhadap sesuatu yang mustahil.
  15. Solulu: Singkatan dari solution atau jalan keluar dari suatu masalah (sering dipasangkan dengan delulu).
Baca Juga :  Apa Itu Smear Campaign? Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan Dampaknya

Kategori Budaya Kerja & Keuangan (Work & Money)

  1. Quiet Quitting: Bekerja secukupnya sesuai deskripsi pekerjaan tanpa memaksakan diri bekerja ekstra.
  2. Hustle Culture: Gaya hidup yang mendorong seseorang untuk terus bekerja keras tanpa henti demi kesuksesan.
  3. Side Hustle: Pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama untuk menambah penghasilan.
  4. Frugal Living: Gaya hidup hemat dan terencana demi mencapai kebebasan finansial.
  5. Payday: Hari penerimaan gaji yang sangat dinantikan.
  6. Self-Reward: Apresiasi terhadap diri sendiri atas pencapaian tertentu dengan membeli barang atau berlibur.
  7. Brainstorming: Proses mengumpulkan gagasan atau ide-ide kreatif bersama tim.
  8. WFH / WFA: Work from Home atau Work from Anywhere (fleksibilitas tempat kerja).
  9. Soft Life: Gaya hidup yang memprioritaskan kenyamanan dan meminimalisir stres.
  10. Corporate Girlie: Sebutan populer untuk wanita muda yang menjalani karier di dunia kantoran.

Kategori Pergaulan & Istilah Lokal Gen-Z Indonesia

  1. Skena: Kelompok atau komunitas yang menyukai musik, gaya pakaian, dan tempat nongkrong tertentu.
  2. Starboy / Stargirl: Sebutan untuk seseorang yang tampil keren, bergaya, dan menjadi pusat perhatian.
  3. Braking: Mengabaikan pesan percakapan secara sengaja karena sedang malas membalas.
  4. Cegil (Cewek Gila): Istilah emosional untuk menggambarkan wanita dengan perilaku unik atau nekat dalam hubungan.
  5. Cogil (Cowok Gila): Versi laki-laki dari cegil, menggambarkan pria dengan sifat yang eksentrik atau nekat.
  6. Agak Laen: Ungkapan untuk menilai seseorang atau situasi yang aneh dan tidak biasa.
  7. TBL (Takut Banget Loch): Ungkapan hiperbola untuk menunjukkan rasa takut atau cemas secara kocak.
  8. YGY (Ya Guys Ya): Penutup kalimat percakapan online untuk meminta persetujuan teman-teman.
  9. Mager (Malas Gerak): Kondisi enggan berpindah tempat atau beraktivitas.
  10. Baper (Bawa Perasaan): Terlalu memasukkan kata-kata atau tindakan orang lain ke dalam hati.
  11. Kepo (Knowing Every Particular Object): Rasa penasaran berlebih terhadap urusan orang lain.
  12. Fyi (For Your Information): Istilah untuk memberikan informasi tambahan dalam percakapan.
  13. OVT: Singkatan dari overthinking atau memikirkan sesuatu secara berlebihan.
  14. Sabi: Kata balik dari “bisa”, menunjukkan persetujuan atau kesanggupan.
  15. Tubir: Kata balik dari “ribut”, menggambarkan percekcokan atau perdebatan panas di media sosial.

Kesimpulan

Bahasa gaul Gen-Z bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan dari dinamika budaya digital yang kreatif dan serba cepat. Memahami arti istilah-istilah ini akan membantu untuk membangun komunikasi yang lebih luwes, cair, dan relevan, baik saat nongkrong, membuat konten media sosial, maupun berinteraksi di dunia kerja.

Nah, dari 100 istilah Gen-Z di atas, kata mana yang paling sering kamu dengar atau gunakan sehari-hari?

Berita sebelumya7 Toko Kebaya Solo Tradisional Terbaik, Dari Pasar hingga Butik
Berita berikutnyaAda Dhaup Ageng, Jadwal Buka Ngarsopuro Night Market Berubah, Ini Detailnya