Atasi Resiko Pencemaran Air, Respati Akan Perluas Program Smart Sanitasi

SOLO, Solokini.com – Wali Kota Solo, Respati Ardi, berencana memperluas program Smart Sanitation untuk meningkatkan pengelolaan air limbah domestik sekaligus mencegah risiko pencemaran air tanah. Program ini memanfaatkan teknologi Aquonic untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi air yang dapat digunakan kembali bagi kebutuhan nonkonsumsi.

Respati menilai Smart Sanitation menjadi salah satu solusi untuk menghadapi tantangan global, terutama ancaman kelangkaan air bersih. Melalui teknologi ini, masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan air limbah yang telah melalui proses pengolahan.

Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Respati menyampaikan apresiasi kepada Pijar Foundation, Tahir Foundation, dan Gates Foundation atas kolaborasi dalam menghadirkan inovasi tersebut.

“Tentu ini Smart Sanitasi luar biasa karena kita dalam tantangan global. Bagaimana kelangkaan air ini menjadi solusi,” ujar Respati saat menerima inovasi Smart Sanitation di SMPN 4 Surakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

Baca Juga :  Pot Bunga Tutup Akses Pejalan Kaki di Flyover Purwosari, Ini Kata Respati

Lokasi Smart Sanitation

Saat ini, sejumlah lokasi di Kota Solo telah menerapkan program Smart Sanitation. Lokasi tersebut meliputi SMPN 4 Surakarta, dua rumah susun sederhana sewa (rusunawa), serta beberapa ruang publik.

“Ada beberapa titik di Kota Solo termasuk ada dua di rusunawa, ada public space, Mangkunegaran dan sekarang terbaru SMPN 4 Surakarta,” jelasnya.

Respati juga berencana menggandakan penerapan teknologi tersebut di sejumlah lokasi lain. Dia akan memprioritaskan perluasan program di lingkungan rusunawa agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses sanitasi dan air bersih yang layak.

“Dan tadi diperbolehkan untuk menduplikasi sistem ini sehingga itu yang diharapkan supaya sanitasi baik di seluruh Kota Solo agar masyarakat mendapat air bersih dan bisa digunakan sesuai standar. Pasti akan kita duplikasi manfaat ini terutama di rusun-rusun,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira Fediva Tamzil, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan Pemkot Solo. Dia berharap program Smart Sanitation mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, termasuk membuka peluang pemanfaatan air hasil olahan untuk kegiatan ekonomi.

Baca Juga :  Respati Fokus Pangkas Jukir 50 Persen, Siapkan Alih Profesi Via Rumah Siap Kerja

“Harapan kami sanitasi bisa berdampak optimal bagi masyarakat Surakarta. Jadi tidak hanya pengolahan air limbah tetapi mungkin bisa dimanfaatkan dengan tujuan ekonomi. Dan semoga menjadi inspirasi bagi Kota Surakarta dan kota lainnya,” jelasnya.

Cazadira menjelaskan, Pijar Foundation telah menerapkan program Smart Sanitation di 15 titik di Kota Solo. Sebanyak dua titik berada di rusunawa dan delapan titik lainnya tersebar di instansi pendidikan. Sementara lokasi lainnya mencakup taman wisata, perkantoran, dan fasilitas publik.

“Di Kota Solo sudah ada 15 titik. Jadi ada 2 rusunawa, 8 instansi pendidikan dan sisanya taman pariwisata sekaligus kantor dan fasilitas publik,” imbuhnya.

Berita sebelumyaCara Masuk Pura Mangkunegaran Solo, Tiket, Jam Buka, dan Aturan Lengkap
Berita berikutnyaWillie Salim Batal Hadir di Konser Langit UMS Solo, Ini Penjelasan Panitia