Rivalitas Suporter Futsal Berujung Perseteruan, Tim Sparta Amankan 17 Pelajar

Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta mengamankan 17 suporter pelajar dari dua sekolah di wilayah Banjarsari dan Laweyan, Kota Surakarta, setelah adanya laporan perseteruan antarkelompok suporter futsal, Jumat 16 Oktober 2026. foto: Polresta Surakarta
Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta mengamankan 17 suporter pelajar dari dua sekolah di wilayah Banjarsari dan Laweyan, Kota Surakarta, setelah adanya laporan perseteruan antarkelompok suporter futsal, Jumat 16 Oktober 2026. foto: Polresta Surakarta

SOLO, Solokini.com – Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta mengamankan 17 suporter pelajar dari dua sekolah di wilayah Banjarsari dan Laweyan, Kota Surakarta, setelah adanya laporan perseteruan antarkelompok suporter futsal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sebanyak 17 pelajar tersebut diamankan dalam rangkaian patroli dan penelusuran yang dilakukan Tim Sparta pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 22.45 WIB di wilayah Jembatan Merah Sumber Tapen, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto membenarkan bahwa Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta mengamankan 17 suporter pelajar di Solo. Petugas mengamankan belasan pelajar tersebut setelah menerima laporan perseteruan antara dua kelompok pemuda yang diduga merupakan suporter futsal di Jalan Sam Ratulangi, Laweyan, Solo.

Peristiwa itu bermula ketika Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta menjalankan patroli rutin di wilayah Surakarta. Saat berpatroli, petugas menerima informasi melalui Call Center Tim Sparta mengenai perseteruan dua kelompok pemuda di kawasan Laweyan.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Sparta segera bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati sejumlah anak muda yang mengaku baru saja pulang dari GOR Sritex setelah menyaksikan pertandingan futsal yang diikuti tim sekolah mereka,” ungkap Kompol Edi.

Baca Juga :  Solo Gratiskan Air Bersih untuk Tempat Ibadah, Target Berjalan Awal 2027

Berdasarkan keterangan para pelajar, perseteruan bermula ketika rombongan suporter salah satu sekolah hendak meninggalkan lokasi setelah menyaksikan pertandingan futsal. Namun, sekelompok suporter dari sekolah lain diduga sudah menunggu di sekitar lokasi tanpa sepengetahuan mereka.

“Menurut keterangan mereka, saat hendak meninggalkan lokasi, kelompok tersebut mendapat teriakan provokatif dan lemparan batu kerikil dari suporter sekolah lain. Karena merasa kalah jumlah dan untuk menghindari bentrokan, mereka memilih meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Tim Sparta Polresta Surakarta Sempat Dilempari Botol

Setelah mengumpulkan informasi dari para pelajar, Tim Sparta menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat berkumpulnya kelompok suporter. Saat melintas di kawasan Gremet, petugas justru mendapat lemparan botol air mineral dari sekelompok pemuda. Petugas kemudian mengamankan kelompok tersebut untuk dimintai keterangan.

“Setelah dimintai keterangan, mereka mengaku salah mengira kendaraan petugas yang melintas sebagai rombongan suporter dari sekolah lawan, sehingga melakukan pelemparan,” terang Kompol Edi.

Tim Sparta kemudian mengembangkan penyelidikan berdasarkan informasi dari percakapan grup WhatsApp yang ditemukan saat pemeriksaan awal. Informasi tersebut mengarahkan petugas ke titik kumpul kelompok suporter lain di kawasan tanggul sebelah utara Taman Balekambang, Surakarta.

Baca Juga :  Transformasi Bank Sampah Solo, Yayasan Tambah Tumbuh Resmi Berdiri

Petugas segera bergerak menuju lokasi tersebut. Saat melihat kedatangan Tim Sparta, sejumlah pemuda berusaha melarikan diri. Namun, petugas mengejar dan berhasil mengamankan 17 suporter pelajar.

“Dari rangkaian kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan 17 suporter pelajar beserta barang bukti berupa satu buah bendera bertuliskan ‘Together And Ever’ dan 19 unit sepeda motor,” jelasnya.

Selanjutnya, Tim Sparta membawa seluruh pelajar beserta barang bukti ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Polresta Surakarta kemudian melimpahkan penanganan perkara kepada Satres PPA dan PPO Polresta Surakarta sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan anak.

Kompol Edi menegaskan bahwa patroli Tim Sparta merupakan bentuk komitmen Polresta Surakarta dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya tersebut menyasar potensi provokasi, perseteruan antarkelompok pelajar, hingga aksi yang dapat berkembang menjadi tawuran.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelajar dan kelompok suporter agar senantiasa menjaga sportivitas, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menjadikan rivalitas antarsekolah sebagai alasan untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mendukung tim kebanggaan boleh, tetapi keamanan dan persaudaraan harus tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Berita sebelumyaPERHUMAS Bandung Hadiri Konvensi Humas 2026 di Solo, Perkuat Kolaborasi