Benning Padelions 2026 Dorong Solo Jadi Hub Wisata Medis

SOLO, Solokini.com — Olahraga padel kini bukan sekadar tren gaya hidup (lifestyle) maupun ajang kompetisi di lapangan. Di Kota Solo, olahraga raket yang tengah digandrungi ini menjelma menjadi bagian dari strategi besar untuk mendorong akselerasi medical tourism (wisata medis) sekaligus memperkuat gerakan aksi kemanusiaan.

Sinergi unik ini terwujud dalam gelaran Benning X Padelions 2026, turnamen padel terbesar di Kota Surakarta (Solo) yang diinisiasi oleh Lions Club Solo Bengawan berkolaborasi dengan Benning Aesthetic Clinic. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Zing Padel Solo, dengan pembukaan resmi yang akan digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.

Misi Besar di Balik Lapangan Padel

President Lions Club Solo Bengawan periode 2026–2027, Amelia Ong, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari atas kesamaan visi, misi, dan nilai dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mengusung tema “Play with Purpose, Serve for Humanity”, Padel Lions dirancang sebagai ajang yang memadukan kompetisi olahraga dengan aksi charity (kemanusiaan).

“Lions Club Solo Bengawan adalah Lions Club pertama di Kota Solo sejak 35 tahun lalu. Meskipun kami bagian dari organisasi internasional, pengabdian selalu kami mulai dari tempat kami berdiri, yaitu Kota Solo,” ujar Amelia Ong saat konferensi pers di Solo, Selasa (29/9/2026).

Amelia menambahkan, fokus kemanusiaan Lions Club mencakup berbagai program strategis seperti Vision (pemeriksaan/pembagian kacamata gratis), Diabetes, Hunger, Childhood Cancer, Environment, Youth, hingga Disaster Relief. Through gelaran Benning Padelions, pihaknya ingin mengajak anak muda, komunitas, dan pelaku usaha untuk mengambil peran aktif.

“Kami percaya satu organisasi tidak mungkin bergerak sendiri. Ketika banyak pihak memiliki visi yang sama, sebuah kegiatan akan menjadi sesuatu yang memberikan dampak jauh lebih besar bagi Kota Solo,” tegasnya.

Kawinkan Wisata Medis dan Destinasi Olahraga

Pemilik sekaligus dokter pendiri Benning Aesthetic Clinic, dr. Kristian Sanjaya, menyoroti pentingnya peran event gaya hidup dan olahraga dalam menunjang potensi medical tourism di Surakarta. Sejak berdiri pada 2010, Benning Clinic secara konsisten memelopori layanan estetika terpadu dan menjadi satu-satunya klinik di Kota Surakarta yang melayani bedah plastik dengan fasilitas dua ruang operasi khusus.

Baca Juga :  World Tourism Day, Grand Mercure Solo Baru Gowes ke Desa Wirun

Menurut dr. Kristian, daya tarik wisata medis Solo sudah terbukti dari tingginya kunjungan pasien luar kota yang mencapai lebih dari 100 pasien setiap bulannya, baik untuk prosedur bedah plastik maupun injection contouring.

“Kedatangan peserta dan pengunjung event olahraga luar daerah secara langsung menggerakkan roda ekonomi daerah. Hotel menjadi laku, sektor kuliner hidup, dan pusat oleh-oleh menggeliat. Visi kami sejalan dengan Lions Club, ingin menjadikan Solo sebagai pusat medical tourism sekaligus center olahraga padel di Jawa Tengah bahkan nasional,” papar dr. Kristian.

Melalui turnamen ini, para atlet dan penonton dari luar daerah tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga berkesempatan menikmati layanan kesehatan dan estetika unggulan yang dimiliki Kota Solo.

Rekor Peserta Terbesar dan Skala Internasional

Project Officer Bening X Padel Lions 2026, Alan Adi Chrisantianto, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dan komunitas terhadap kejuaraan ini sangat tinggi. Pendaftaran yang telah ditutup sejak sepekan lalu mencatatkan rekor peserta terbanyak sepanjang sejarah turnamen padel di Kota Solo.

“Total peserta kita mencapai 220 tim atau 440 orang. Ini rekor terbesar di Solo, melampaui capaian turnamen sebelumnya yang berada di angka 150 tim,” jelas Alan.

Sebaran peserta menunjukkan daya tarik lintas daerah yang cukup luas, di antaranya:

  • 200 peserta berasal dari internal Kota Solo.
  • 33 peserta berasal dari Yogyakarta.
  • 25 peserta dari Klaten.
  • 20 peserta dari Boyolali.
  • Peserta lainnya datang dari Sukoharjo, Semarang, hingga Surabaya.
  • 1 peserta internasional dari Prancis (domisili Jakarta) yang berpengalaman tampil di Filipina.

Alan menambahkan bahwa kompetisi ini menyediakan total hadiah (total prize) sebesar Rp100 juta yang terbagi dalam 7 kategori pertandingan, yakni:

  1. Rookie Woman
  2. Rookie Men
  3. Beginner Woman
  4. Beginner Men
  5. Bronze Woman
  6. Bronze Men
  7. Silver Open (terbuka untuk pria dan wanita)

Tidak ada batasan usia ketat dalam kejuaraan ini; kualifikasi peserta murni didasarkan pada tingkat skill (keterampilan). Pendaftar termuda tercatat masih berusia 14 dan 16 tahun.

Lebih dari Sekadar Pertandingan: Kolaborasi Lifestyle & Entertainment

Benning x Padelions 2026 dikemas tidak hanya sebagai ajang unjuk kebolehan fisik, melainkan sebuah ekosistem yang memadukan sports, lifestyle, entertainment, dan peluang bisnis.

Baca Juga :  Tren Wellness Solo, The Sunan Hotel Gelar Yoga Relaksasi di Tepi Kolam

Di lokasi acara, panitia menyiapkan area booth UMKM dan brand di lantai 1 dan lantai 2 untuk membangun interaksi langsung antara pelaku usaha, pemain, dan pengunjung.

Selain itu, kemeriahan event akan dilengkapi dengan fasilitas photobooth, photoshoot, kuis interaktif vendor, pertunjukan pertunjukan musik DJ, serta kolaborasi khusus bersama Solo Batik Carnival pada sesi opening show saat pembukaan resmi hari Jumat pukul 16.00 WIB nanti.

“Kami ingin menciptakan atmosfer di mana orang datang tidak hanya bermain lalu pulang. Ada jejaring komunitas yang terbangun, ada hiburan, dan ada transaksi ekonomi. Pada akhirnya, tujuan utama kami terangkum dalam campaign: Sport can bring people together, community can create connection, and purpose can create impact,” pungkas Alan.

Dampak Event bagi Kota Solo

Penyelenggaraan Benning x Padelions 2026 tidak hanya berhenti sebagai agenda olahraga berkala, melainkan memberikan multiplier effect (dampak berganda) secara nyata bagi Kota Solo, di antaranya:

  • Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Kehadiran ratusan peserta dan pendamping dari luar kota, seperti Yogyakarta, Klaten, Boyolali, Semarang, Surabaya, hingga Jakarta, secara langsung menggerakkan sektor perhotelan, bisnis kuliner, dan pusat oleh-oleh khas Solo.
  • Penguatan Ekosistem Olahraga dan Komunitas: Event ini mengukuhkan Kota Solo sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga padel di Jawa Tengah, membuka ruang jejaring sosial (networking) bagi para atlet, pemuda, dan berbagai elemen komunitas.
  • Pemberdayaan Pelaku Usaha (UMKM & Brand): Integrasi area booth di venue memberi kesempatan bagi pelaku usaha lokal dan brand komersial untuk mempromosikan produk secara langsung kepada segmen pasar yang potensial.
  • Kontribusi Aksi Kemanusiaan (Charity): Selaras dengan misi utama Lions Club Solo Bengawan, bagian dari hasil dan semangat event disalurkan untuk kegiatan pengabdian masyarakat dan program bantuan sosial kemanusiaan.
  • Akselerasi Brand Image Medical Tourism: Kolaborasi bersama Benning Clinic menegaskan posisi Solo sebagai destinasi wisata medis (medical tourism) tepercaya yang mampu memadukan fasilitas kesehatan, estetika, dan kegiatan olahraga berskala besar.
Berita sebelumyaTren Wellness Solo, The Sunan Hotel Gelar Yoga Relaksasi di Tepi Kolam
Berita berikutnya7 Cafe di Solo Cocok Buat Healing dan Tenangkan Pikiran