PB XIV Hangabehi Dukung Pakubuwono Street Parade, Ruang Kreatif Anak Muda

SOLO, Solokini.com – Kota Surakarta (Solo) kembali menunjukkan pesonanya sebagai pusat kebudayaan dan seni yang dinamis. Perhelatan Pakubuwono Street Parade Festival 2026 meriah digelar di sepanjang rute ikonik Kota Solo, Sabtu (12/9/2026).

Festival marching band dan drum band ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Karaton Surakarta Hadiningrat bersama Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Surakarta.

Acara ini dihadiri langsung oleh Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV Hangabehi beserta deretan tokoh Keraton Surakarta.

Penyelenggaraan parade yang berawal dari kawasan Ngarsopuro hingga berakhir di Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam berkarya, melatih kedisiplinan, mengekspresikan bakat seni, serta melestarikan warisan budaya bangsa.

Semarak Parade Musik dan Budaya di Kota Solo

Sejak Sabtu pagi, suasana di kawasan Ngarsopuro hingga Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat tampak penuh dengan antusiasme masyarakat.

Ratusan peserta yang terdiri dari siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) memadati rute perjalanan parade.

Mereka tampil memukau dengan balutan kostum yang beraneka warna serta iringan nada musik dari berbagai instrumen drum band dan marching band.

Rangkaian alur parade dimulai dari titik kumpul Ngarsopuro, melintasi jalanan kota menuju kawasan Alun-Alun Utara Karaton Surakarta, hingga akhirnya mencapai garis akhir di Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat.

Sepanjang rute yang dilalui, ribuan warga masyarakat Kota Solo dan wisatawan tampak berjejer memadati pinggir jalan untuk menyaksikan penampilan energik para peserta.

Kehadiran SISKS Pakubuwono XIV Hangabehi di panggung utama memberikan suntikan semangat bagi seluruh peserta yang tampil. Dukungan penuh yang ditunjukkan kerajaan menegaskan komitmen Kraton Surakarta dalam menjaga tradisi sekaligus merangkul modernitas generasi muda.

Kraton Surakarta Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda

Perwakilan dari Karaton Surakarta yang juga merupakan cucu dari Pakubuwono XII (PB XII), BRAY. Salindri Kusumo Dyah Ayuningrum, menjelaskan bahwa partisipasi dan dukungan langsung dari PB XIV merupakan bentuk apresiasi tertinggi terhadap semangat kreativitas warga, khususnya para pelajar.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan Solo, Fokus Kebencanaan dan Edukasi

Dukungan Sinuwun ke-14 terhadap perhelatan Pakubuwono Street Parade Festival 2026 menjadi wujud nyata keberpihakan keraton terhadap ruang ekspresi anak muda.

Menurut Salindri, keraton tidak pernah membatasi kreativitas masyarakat, melainkan terus berupaya menyediakan wadah agar potensi seni dan bakat pertunjukan dapat berkembang secara maksimal.

Salindri menuturkan bahwa peserta festival kali ini tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah di wilayah Kota Solo semata.

Banyak kontingen dari berbagai daerah di wilayah Solo Raya yang turut ambil bagian, seperti dari Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, dan daerah sekitarnya. Hal ini membuktikan bahwa antusiasme seni pertunjukan marching band memiliki daya tarik yang sangat luas di Jawa Tengah.

Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Dalam wawancaranya bersama media, Salindri menegaskan bahwa masa depan keberlanjutan kebudayaan berada di tangan generasi penerus. Oleh karena itu, penyediaan ruang berkreasi dan sarana berekspresi merupakan hal mendasar yang harus terus didorong oleh semua pihak.

Upaya pelestarian budaya tidak semata-mata dilakukan dengan mempertahankan tradisi secara kaku atau hanya menjaga peninggalan masa lalu.

Pelestarian kebudayaan juga mencakup pemberian kesempatan luas bagi anak muda untuk membangun keterikatan emosional mereka dengan dunia seni.

Melalui pendekatan kreatif seperti pertunjukan drum band, generasi muda diajak untuk mencintai akar budaya mereka sendiri dengan cara yang relevan dan menyenangkan.

Penyelenggaraan Pakubuwono Street Parade Festival 2026 diharapkan dapat melatih mental bertanding para peserta, mengenalkan seni pertunjukan kepada khalayak luas, serta memperkuat tali silaturahmi antar-komunitas seni di Kota Solo dan sekitarnya.

Keraton Surakarta berharap acara ini menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya serta memupuk kebersamaan masyarakat.

Prestasi Membanggakan SD Warga di Festival 2026

Di tengah kompetisi yang ketat, kontingen dari SD Warga berhasil mencuri perhatian juri dan penonton melalui penampilan mereka yang impresif. Bertanding dalam kategori Junior Non-Brass Group, sekolah ini sukses meraih deretan penghargaan bergengsi.

SD Warga memboyong empat gelar juara sekaligus, yaitu, Juara 1 Street Parade, Juara 1 Color Guard, Juara 3 Mayor, dan Juara Favorit

Baca Juga :  Seniman 5 Negara Ramaikan SIPA 2026 di Solo, Rajut Diplomasi Budaya

Kepala Sekolah SD Warga, Conchita Conie Silimalar, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas capaian para siswa.

Dalam festival kali ini, SD Warga menurunkan sebanyak 52 siswa sebagai pemain instrumen, dibantu oleh lima maskot, serta didampingi oleh dua perwakilan orang tua murid yang mendukung kelancaran operasional di lapangan.

Conchita menekankan bahwa keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band bukan sekadar mengejar piala atau kemenangan semata. Lebih dari itu, proses latihan dan perlombaan menjadi sarana pembentukan karakter, kerja sama tim, dan pembiasaan disiplin sejak dini.

Para siswa memainkan beragam jenis instrumen musik, mulai dari perangkat drum, biola, hingga simbal. Melalui latihan rutin yang intensif, anak-anak belajar bahwa keharmonisan pertunjukan tidak bisa dicapai oleh individu saja, melainkan hasil dari kekompakan seluruh anggota tim.

Pengalaman tampil di arena publik juga terbukti melatih keberanian, kepercayaan diri, serta mengajarkan sikap sportif untuk menghargai peserta dari sekolah lain.

Pihak sekolah berharap kegiatan Pakubuwono Street Parade Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan skala yang lebih luas pada masa mendatang.

Sinergi dan Kolaborasi Tokoh Kraton Surakarta

Selain dihadiri oleh PB XIV dan BRAY. Salindri Kusumo Dyah Ayuningrum, festival parade ini juga dihadiri oleh Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng).

Sejumlah sentono dalem dari berbagai trah keraton juga tampak hadir memberikan dukungan, termasuk para perwakilan keturunan dari cucu Pakubuwono XI dan cucu Pakubuwono XII. Kehadiran jajaran tokoh penting keraton ini menegaskan kesolidan dan komitmen bersama dalam membuka ruang kolaborasi budaya bagi publik.

Perjalanan parade yang bermula dari Ngarsopuro dan berakhir di bangunan bersejarah Pagelaran Karaton Surakarta menjadi simbol keterbukaan keraton sebagai ruang perjumpaan budaya. Melalui sinergi antara Karaton Surakarta, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, kebudayaan akan terus hidup dan berkembang seiring dengan tingginya kreativitas generasi muda.

Berita sebelumyaMalming Asyik Bersama Keroncong Jaguar di Teras Monumen Pers Solo