Malming Asyik Bersama Keroncong Jaguar di Teras Monumen Pers Solo

SOLO, Solokini.com – Ratusan warga antusias menikmati gelaran bertajuk “Senandung Keroncong Modern” bersama Orkes Keroncong Jaguar yang sukses menghidupkan malam Minggu Kota Solo, Sabtu (12/9/2026) mulai pukul 19.00 hingga selesai.

Acara yang diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum di Jalan Gajahmada No. 59, Timuran, Surakarta ini berhasil menyedot perhatian lintas generasi. Mulai dari pencinta musik nostalgia, keluarga muda, hingga para remaja berkumpul bersama menikmati alunan irama musik khas Nusantara yang disajikan dalam kemasan lebih segar, dinamis, dan interaktif.

Inovasi Musik Keroncong untuk Merangkul Generasi Muda

Musik keroncong selama ini kerap diidentikkan sebagai genre musik klasik legendaris yang mendayu-dayu dan dominan diminati oleh kalangan senior.

Namun, Orkes Keroncong Jaguar membuktikan bahwa seni musik tradisional Indonesia mampu beradaptasi secara apik mengikuti selera zaman tanpa kehilangan identitas maupun nilai estetika aslinya. Langkah kreatif ini sebagai sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan kembali pesona musik keroncong kepada generasi muda di Kota Solo.

Di bawah kepemimpinan Cahyo selaku pimpinan orkes, Keroncong Jaguar tampil sangat solid dan energik.

Formasi musisi berpengalaman yang digawangi oleh Sodiq pada Flute, Darsono pada Keyboard 1, Wawan pada Keyboard 2, Sarino pada Cuk, Agus pada Cak, Drajat pada Gitar, Bambang pada Cello, serta Jadhut pada Bass berhasil menyulap teras bangunan bersejarah tersebut menjadi ruang konser outdoor yang hangat, intim, dan komunikatif.

Deretan lagu hits lintas genre dan zaman dibawakan dengan racikan aransemen keroncong modern yang memikat. Tembang-tembang populer seperti Welcome To My Paradise, Kesayangan, Keroncong Jaguar, Bukalah Kacamata Mu, Sido Rondo, hingga Jumes sukses membuat para penonton larut dalam lantunan nada dan bernyanyi bersama (sing-along) sepanjang pertunjukan berlangsung.

Baca Juga :  Pentas Gagaku Kekaisaran Jepang di Keraton Surakarta, Pererat Diplomasi Budaya

Sensasi Wedangan Gratis, Doorprize, dan Virtual Experience

Tidak hanya menyuguhkan kenikmatan audio lewat alunan musik yang memanjakan telinga, pihak penyelenggara Monumen Pers Nasional Surakarta juga memanjakan para pengunjung dengan pengalaman kuliner dan teknologi interaktif.

Tradisi angkringan atau wedangan malam khas Solo dihadirkan secara gratis bagi seluruh masyarakat yang hadir. Pengunjung dapat menikmati aneka minuman hangat dan sajian kuliner tradisional sembari santai berbincang bersama teman maupun keluarga di area teras gedung.

Suasana keakraban malam tersebut makin terasa meriah dengan hadirnya sesi pembagian doorprize menarik yang diselipkan di sela-sela penampilan musik. Selain itu, pengunjung yang hadir juga diajak untuk memanfaatkan fasilitas Virtual Experience Monumen Pers Nasional. Melalui inovasi digital ini, masyarakat dapat menjelajahi rekam jejak sejarah pers Indonesia secara interaktif, futuristik, dan menyenangkan.

Pebauran antara alunan musik keroncong modern, kehangatan sajian wedangan, hadiah hiburan, serta wisata edukasi sejarah digital terbukti menjadi daya tarik kuat yang menjadikan Teras Monumen Pers sebagai destinasi favorit ruang publik malam hari di Kota Bengawan.

Komitmen 5 Tahun Menjaga Ekonomi Mikro dan Edukasi Sejarah

Inisiatif menghadirkan panggung musik terbuka ini mendapatkan apresiasi hangat dari berbagai pihak.

Humas Monumen Pers Nasional Surakarta, Lazuardi, menjelaskan bahwa pemilihan genre keroncong modern dalam panggung Live Music kali ini memang dirancang khusus agar mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat Solo, sekaligus menjadi media promosi yang efektif bagi cagar budaya nasional tersebut.

“Live Music kali ini menghadirkan genre keroncong modern, untuk menghibur dan mempromosikan serta mengenalkan Monumen Pers Nasional kepada masyarakat Solo,” tutur Lazuardi di sela-sela kegiatan, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan Solo, Fokus Kebencanaan dan Edukasi

Senada dengan hal tersebut, Kepala Monumen Pers Nasional Surakarta, Widodo Hastjaryo, menegaskan pentingnya konsistensi program Live Music yang telah berjalan rutin selama 5 tahun terakhir ini. Menurutnya, keberlanjutan program ini membawa dampak ganda (multiplier effect), baik dari segi pelestarian budaya, penguatan ekonomi rakyat, hingga peningkatan literasi sejarah pers nasional.

“Live Music yang sudah berjalan selama 5 tahun ini semoga terus berjalan, untuk menjaga ekonomi mikro seperti wedangan yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat, dan memberikan informasi tentang koleksi, layanan sampai menjadi member di Monumen Pers Nasional,” ungkap Widodo Hastjaryo penuh harap.

Teras Monumen Pers sebagai Ruang Publik Seni dan Budaya Kreatif

Penyelenggaraan kegiatan “Senandung Keroncong Modern” mempertegas komitmen Monumen Pers Nasional Surakarta untuk terus bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Monumen Pers kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai gedung museum atau tempat penyimpanan arsip koran dan dokumen bersejarah yang kaku, melainkan wadah interaksi sosial dan ruang ekspresi kreatif yang hidup bagi masyarakat umum.

Melalui integrasi seni musik keroncong, kuliner kerakyatan, edukasi museum, dan kehangatan ruang publik, Monumen Pers Nasional sukses menciptakan pengalaman berkunjung yang berkesan.

Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus digelar secara berkala guna merawat warisan budaya bangsa, memperkuat perekonomian mikro di tingkat lokal, serta makin mendekatkan masyarakat dari berbagai generasi dengan sejarah kebangsaan Indonesia.

Berita sebelumyaGMS Resmikan Dealer QJMOTOR Solo, Hadirkan Layanan 3S
Berita berikutnyaPB XIV Hangabehi Dukung Pakubuwono Street Parade, Ruang Kreatif Anak Muda