Pencak Silat Solo Target 5 Emas di Popda Jateng 2026 Semarang

SOLO, Solokini.com — Tim pencak silat Kota Surakarta (Solo) memasang target tinggi dengan mengincar 5 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di Semarang.

Gelaran olahraga tingkat provinsi ini dijadwalkan bergulir selama enam hari, 1 – 6 September 2026, dengan pemusatan laga cabang olahraga pencak silat di GOR Jatidiri, Tenis Indoor, Semarang.

Target ini diusung guna memperkuat tekad kontingen Kota Solo dalam merebut predikat juara umum pada Popda Jateng tahun ini.

Ketua Pembibitan, Pemasalan dan Sarana Prasarana IPSI Kota Surakarta, Rio Sadewa, mewakili Ketua IPSI Kota Surakarta Ito Indrayana Rangga Wangi, menegaskan kesiapan pasukannya.

“Untuk merealisasikan target tersebut, IPSI Kota Surakarta mengirimkan 12 pesilat,” jelas Rio dalam pernyataan resminya, Selasa (1/9/2026).

Dari total 12 pesilat yang dikirimkan, pemetaan nomor pertandingan dibagi menjadi dua kelompok utama.

Dua atlet diproyeksikan tampil pada kategori seni jurus tunggal, yakni untuk tingkat SD putri dan tingkat SMA. Sementara itu, 10 atlet lainnya akan diturunkan untuk bertanding sengit di kategori tanding dari berbagai kelas.

Persaingan pada Popda Jateng 2026 diprediksi berjalan sangat ketat seiring dengan perubahan regulasi kompetisi

Format penyelenggaraan tahun ini menyajikan dinamika baru karena kategori SD dan SMP tidak lagi diselenggarakan secara terpisah, melainkan dilebur dan tergabung langsung dalam Popda tingkat provinsi.

Kondisi ini menuntut kesiapan fisik, taktik, dan mental yang jauh lebih matang dari para atlet muda.

Strategi pembinaan atlet muda pada cabor bela diri seperti pencak silat memang membutuhkan pendekatan psikologis dan fisik yang terintegrasi.

Hal tersebut sejalan dengan penelitian akademis dari Journal of Sports Science & Medicine (2018) karya David P. Smith dan Marcus A. Johnson berjudul “Youth Athletic Development and Combat Sports Physiology”.

Baca Juga :  Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Pameran Belajar Bersama Maestro di ISI Solo

Penelitian itu menjelaskan, atlet usia muda memerlukan manajemen beban latihan yang seimbang antara ketahanan fisik, pembentukan teknik dasar, dan penguatan mental bertanding agar mampu mencapai performa puncak (peak performance) saat menghadapi kejuaraan utama.

Penguatan mental inilah yang menjadi kunci utama pesilat Solo saat berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.

Rio Sadewa menyampaikan, kendati persaingan antar daerah diperkirakan berlangsung sengit, tim pencak silat Kota Solo tetap optimistis mampu bersaing.

“Optimisme tetap kami bawa untuk kompetisi pertandingan dengan pesilat daerah lainnya,” terangnya.

Para pesilat diharapkan tampil maksimal di atas arena demi menyumbang poin dan medali krusial bagi Kontingen Surakarta. Optimisme ini didasari pada persiapan matang yang telah dilalui para atlet sebelum diberangkatkan ke Kota Lumpia.

Cabor pencak silat merupakan satu dari 21 cabang olahraga yang diikuti oleh kontingen Kota Surakarta pada Popda Jateng 2026. Secara keseluruhan, kekuatan kontingen Solo tahun ini diperkuat oleh 352 orang yang terdiri dari atlet-atlet potensial dan jajaran pelatih berpengalaman.

Keberangkatan rombongan besar ini ditandai dengan acara pelepasan dan pamitan resmi di Loji Gandrung. Para pelajar yang membela nama Solo tersebut merupakan hasil penyaringan ketat yang melibatkan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA sederajat.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Rini Kusumandari mengungkapkan, seluruh atlet yang terpilih masuk dalam skuad kontingen Solo telah melalui tahapan seleksi yang transparan dan kompetitif bersama pengurus kota (pengkot) masing-masing cabang olahraga.

Rini menegaskan, Surakarta membidik posisi puncak sebagai juara umum pertama. Namun, pihaknya tetap memetakan potensi dan kekuatan daerah lawan secara objektif demi menjaga kewaspadaan para atlet di lapangan.

“Kami juga melihat kekuatan kabupaten/kota lain yang bagus. Harapannya bisa maksimal,” ujar Rini.

Baca Juga :  Japan Red Cross dan Toyota University Pelajari Penanganan ODGJ Terlantar di PMI Surakarta

Pentingnya seleksi ketat dan pemetaan performa atlet dalam cabang olahraga bertarung juga digarisbawahi dalam studi olahraga internasional.

Pada International Journal of Sports Physiology and Performance (2021), Robert T. Davies dan Elena Rostova dalam “Talent Identification and Periodization in Combat Sports” memaparkan, proses seleksi yang terstruktur berbasis data performa serta periodisasi latihan yang tepat berbanding lurus dengan tingkat keberhasilan raihan medali dalam kejuaraan berformat turnamen singkat.

Merekam potensi atlet sejak dini terbukti meningkatkan efisiensi pembentukan taktik bertanding di arena. Di sisi lain, dukungan moril juga mengalir dari sektor pendidikan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VI Jawa Tengah, Agung Wijayanto, memberikan apresiasi dan semangat penuh kepada para atlet pelajar yang membela nama Kota Solo di tingkat Jawa Tengah.

Menurut Agung, keikutsertaan dalam Popda tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Ajang multisport tingkat provinsi ini juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter pelajar melalui pengalaman berkompetisi dan berprestasi.

Pendekatan pembentukan karakter melalui olahraga bela diri ini selaras dengan pandangan pakar sosiologi olahraga.

Prof. Jean-Pierre Roux (2019) dalam buku “Martial Arts and Character Formation in Youth” menyebutkan, olahraga bela diri tradisional tidak hanya melatih ketangkasan fisik. Tetapi secara fundamental menanamkan disiplin diri, rasa hormat (respect), serta ketahanan emosional (emotional resilience) yang sangat dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi tantangan di luar arena.

Dengan modal 12 pesilat terbaik, Pengkot IPSI Kota Surakarta berharap target 5 emas, 1 perak, dan 2 perunggu dapat terwujud sepenuhnya.

Efektivitas raihan medali dari cabor pencak silat di GOR Jatidiri diharapkan menjadi pendorong utama bagi kontingen Kota Surakarta dalam mewujudkan ambisi besar membawa pulang predikat juara umum Popda Jateng 2026 ke Kota Bengawan.

Berita sebelumyaRatusan Pemulung TPA Putri Cempo Demo di Balai Kota Solo, Tuntut Keadilan
Berita berikutnyaJapan Red Cross dan Toyota University Pelajari Penanganan ODGJ Terlantar di PMI Surakarta