
SOLO, Solokini.com — Forum Komunikasi Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) secara resmi menggelar rangkaian kunjungan kerja ke empat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) utama di wilayah Soloraya. Langkah strategis ini mencakup wilayah Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Boyolali dalam upaya membangun jembatan komunikasi yang kokoh antara penyedia layanan air bersih dan masyarakat konsumen.
Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari pada Rabu dan Kamis (19-20/8/2026) tersebut dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem pelayanan publik di sektor air minum. Dalam era keterbukaan informasi dan peningkatan standar layanan masyarakat, kehadiran wadah komunikasi yang terstruktur dan terorganisir dinilai sebagai kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan pelayanan air bersih yang transparan serta berkelanjutan.
Mengusung Tiga Agenda Utama Demi Peningkatan Mutu Layanan
Kunjungan kerja pengurus FORPAMNAS ke empat kabupaten di kawasan Soloraya ini memfokuskan kegiatannya pada tiga agenda krusial. Pertama, tim melakukan sosialisasi secara menyeluruh terkait hasil Musyawarah Nasional (Munas) IV FORPAMNAS yang telah disepakati bersama. Sosialisasi ini penting agar arah kebijakan dan visi advokasi nasional dapat dipahami hingga ke tingkat daerah.
Agenda kedua difokuskan pada edukasi publik dan kelembagaan mengenai betapa vitalnya keberadaan forum pelanggan di tingkat lokal. Kehadiran forum pelanggan bukan sekadar formalitas, melainkan wadah sah yang dilindungi regulasi untuk menampung seluruh dinamika kebutuhan masyarakat terkait pasokan air bersih.
Sementara itu, agenda ketiga adalah menginisiasi serta mendorong percepatan pembentukan forum komunikasi pelanggan lokal di Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Boyolali. FORPAMNAS secara langsung mengundang wadah-wadah lokal yang terbentuk nantinya untuk bergabung dan terintegrasi dalam jaringan nasional FORPAMNAS.
Wadah Aspirasi Konstruktif dan Mitra Strategis PDAM
Perwakilan Humas FORPAMNAS, Dwi Joko, menegaskan bahwa pembentukan forum pelanggan di setiap daerah merupakan fondasi penting dalam menciptakan hubungan kerja sama yang harmonis antara masyarakat pengguna jasa dan badan usaha milik daerah (BUMD) pengelola air minum.
“Keberadaan forum yang terstruktur dinilai penting agar pelanggan dapat menyalurkan aspirasi, masukan, maupun keluhan secara konstruktif demi peningkatan mutu pelayanan,” ujar Dwi Joko di Solo, Kamis (20/6/2026).
Dwi Joko menjelaskan lebih jauh bahwa selama ini sering kali terjadi keluhan masyarakat yang tidak tersalurkan dengan baik atau hanya berhenti pada ruang digital tanpa solusi konkret. Dengan adanya forum resmi, setiap masukan terkait debit air, kualitas kejernihan, kontinuitas aliran, hingga persoalan tarif dapat dibahas secara rasional, berbasis data, dan solutif.
Ia menekankan bahwa pengurus FORPAMNAS hadir ke daerah bukan untuk memposisikan diri sebagai pihak yang selalu menyalahkan pengelola atau mencari-cari kelemahan penyelenggara layanan air bersih. Sebaliknya, forum pelanggan dirancang sebagai mitra kritis dan strategis bagi jajaran manajemen PDAM.
“Forum pelanggan hadir bukan untuk mencari kelemahan penyedia layanan, melainkan sebagai mitra kritis dan strategis dalam menjaga kepuasan serta kepercayaan publik terhadap performa PDAM,” tegasnya.
Membuka Ruang Kolaborasi dan Integrasi Tingkat Nasional
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, tim delegasi FORPAMNAS berkesempatan membuka ruang dialog serta kolaborasi langsung dengan jajaran direksi dan divisi hubungan masyarakat (Humas) dari masing-masing PDAM di Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Boyolali.
Inisiasi wadah komunikasi lokal yang sesuai dengan payung hukum dan regulasi keairan nasional ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para manajemen PDAM Soloraya. Pihak manajemen di keempat kabupaten tersebut menyatakan komitmen penuh untuk menindaklanjuti pembentukan forum komunikasi pelanggan di wilayah operasional masing-masing dalam waktu dekat.
Integrasi forum pelanggan daerah ke dalam jaringan nasional FORPAMNAS diyakini akan memberikan dampak positif yang berlipat ganda. Selain memperkuat posisi advokasi masyarakat di tingkat nasional, langkah ini juga memfasilitasi pertukaran pengalaman (benchmarking) antar-forum pelanggan dari berbagai kawasan di Indonesia guna menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan air minum secara efektif.
Komitmen Berkelanjutan Menjembatani Masyarakat dan SPAM
Langkah aktif yang ditunjukkan di kawasan Soloraya ini menjadi cerminan dari komitmen panjang FORPAMNAS dalam mengawal pemenuhan hak atas air bersih yang layak dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai lembaga independen yang fokus pada advokasi, edukasi, dan mediasi, FORPAMNAS akan terus bergerak merangkul berbagai pemangku kepentingan.
“Sebagai organisasi independen yang berfokus pada advokasi dan edukasi, FORPAMNAS terus berupaya menjembatani komunikasi antara masyarakat dan penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di seluruh Indonesia,” pungkas Dwi Joko menutup keterangannya.
Dengan terjalinnya sinergi antara FORPAMNAS, PDAM, dan masyarakat pengguna jasa di wilayah Soloraya, diharapkan mutu pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Boyolali dapat semakin meningkat pesat serta berdaya saing tinggi.
Tentang FORPAMNAS
Forum Komunikasi Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) adalah organisasi independen berskala nasional yang bergerak di bidang advokasi, edukasi, dan mediasi komunikasi antara konsumen/pelanggan air minum dengan penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di seluruh Indonesia, termasuk BUMD/PDAM. FORPAMNAS berkomitmen mendorong terciptanya pelayanan air bersih yang transparan, berkualitas, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat melalui pembentukan forum-forum pelanggan yang terstruktur dan legal di tingkat daerah.











