Emparty Art Fest 2026 Hari 2: Rayakan Seni dan Kemanusiaan di TBJT Solo

Solokini.com, Solo — Gelaran Emparty Art Fest 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta (Solo) hari kedua, Kamis (6/8/2026), mengajak masyarakat merayakan seni dan kemanusiaan.

Diusung oleh Seniman Merdeka Indonesia (SMI), festival ini tidak sekadar menyajikan pertunjukan visual dan bunyi, tetapi juga membuka ruang edukasi mendalam serta gerakan kepedulian sosial melalui tema besar “Art for Humanity“.

Sejak siang hari, kawasan lapangan TBJT riuh oleh aktivitas pengunjung yang mengikuti pameran fotografi outdoor serta tiga lokakarya utama, yakni, Workshop Keris, Keramik, dan Batik.

Di sini, para empu dan perajin memperagakan teknik pembuatan karya secara langsung sekaligus membedah makna filosofis di baliknya. Pengunjung diberikan kesempatan langka untuk berinteraksi dan berdialog langsung mengenai nilai-nilai warisan budaya.

Baca Juga :  Dorong Ekosistem Kreatif, Solo Creative Talks "Sesitemu" Digelar di Pasar Triwindu

Ketua Umum SMI, Barata Sena, menegaskan pentingnya menghadirkan proses kreatif di hadapan publik.

“Seni akan lebih bermakna ketika masyarakat memahami proses di balik penciptaannya. Kami ingin festival ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus pelestarian budaya,” ujar Barata.

Dinamika seni pertunjukan juga membakar panggung Teater Arena melalui Lomba Monolog Nasional 2026. Peserta muda dari berbagai wilayah, seperti Solo, Semarang, Tasikmalaya, Ngawi, Temanggung, hingga Kebumen, tampil memukau membawakan beragam tema kritis dan edukatif.

Suasana berganti syahdu saat malam tiba di Pendopo TBJT. Pengunjung disuguhkan eksplorasi musik tradisional yang memikat:

  • Gamelan Bonang pimpinan Asep, menghadirkan komposisi kaya eksplorasi bunyi gamelan.
  • Keroncong Garapan karya Soladi, menyajikan interpretasi segar musik keroncong modern tanpa kehilangan tatanan tradisionalnya.

Tidak hanya berhenti pada apresiasi estetika, Emparty Art Fest 2026 memanusiakan seni lewat program Donasi Art for Humanity. Panitia menyediakan sejumlah titik donasi sukarela di area festival.

Baca Juga :  Kebakaran di Panularan Serengan Solo: 5 Rumah Hangus, PMI Terjunkan Ambulans dan Tangki Air

Seluruh dana yang terkumpul dalam gerakan sosial ini akan disalurkan kepada:

  • Anak-anak penyandang HIV/AIDS di Kota Surakarta.
  • Para lanjut usia di panti jompo.
  • Komunitas penyandang disabilitas (difabel).

“Kami percaya seni memiliki kekuatan untuk menyentuh hati dan menggerakkan kepedulian. Menikmati karya seni juga dapat menjadi cara untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita. Inilah makna sebenarnya dari Art for Humanity,” pungkas Barata Sena.

Melalui sinergi antara edukasi budaya, panggung ekspresi, dan gerakan kemanusiaan, Emparty Art Fest 2026 membuktikan bahwa seni mampu menjadi jembatan kolaboratif yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Berita sebelumyaBandara Adi Soemarmo Kembali Salurkan Bantuan TJSL untuk Sekolah dan Tempat Ibadah