Wapres Gibran Rakabuming Salurkan Sapi Kurban 800 Kg ke Ponpes Singo Ludiro

Solokini.com, Sukoharjo – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melanjutkan tradisi kurban tahunan dengan menyalurkan bantuan satu ekor sapi jenis Simental seberat 800 kilogram ke Pondok Pesantren (Ponpes) Singo Ludiro Khalifatullah, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (27/5/2026).

Penyaluran hewan kurban ini merupakan tahun kedua bagi Gibran dalam meneruskan tradisi yang sebelumnya rutin dilakukan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Tercatat, keluarga tersebut telah memberikan bantuan hewan kurban di ponpes ini selama 12 tahun berturut-turut.

Pengasuh Ponpes Singo Ludiro Khalifatullah, Umi Lilis Patimah, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang terus konsisten diberikan. Meski sempat mengalami kendala teknis perjalanan hingga tiba di lokasi pada malam hari, sapi kurban tersebut dipastikan dalam kondisi baik untuk disembelih pada hari Idul Adha.

Baca Juga :  Respons Wali Kota Sola Demo Tuntut Tutup Outlet Miras di Solo, Respati Singgung Soal Hak Menyampaikan Aspirasi

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan kurban sapi yang dikirim oleh Bapak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ini merupakan tahun kedua bagi beliau melanjutkan tradisi dari Bapak Jokowi,” ujar Umi Lilis.

Selain bantuan dari Wapres, pihak ponpes juga menyembelih 9 ekor kambing. Jumlah hewan kurban tersebut diprediksi akan bertambah hingga 15 ekor seiring dengan adanya tambahan dari jemaah pada hari kedua dan ketiga tasyrik. Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada sekitar 210 jiwa yang mencakup keluarga besar pesantren serta masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Bupati Sukoharjo Luncurkan SD Unggul Tahap I dan Deklarasikan Budaya Sekolah Aman Nyaman

Prosesi penyembelihan hingga distribusi daging di Ponpes Singo Ludiro dilakukan secara mandiri oleh para santri, baik putra maupun putri. Pihak pengasuh sengaja melibatkan santri secara langsung untuk memberikan edukasi praktis mengenai tata cara kurban sesuai syariat Islam.

“Seluruh proses, mulai dari menyembelih, menguliti, hingga memotong daging, dilakukan sendiri oleh santri. Ini adalah bagian dari ruang edukasi luar kelas untuk memupuk jiwa kemandirian mereka,” jelas Umi Lilis.

Selain dibagikan, sebagian daging kurban tersebut juga diolah bersama-sama oleh para santri dan warga untuk dinikmati sebagai hidangan kebersamaan di lingkungan pesantren.

Berita sebelumyaPresiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban 850 Kg ke Sukoharjo
Berita berikutnyaPPMI Assalam Sukoharjo Salurkan 1.883 Paket Daging Kurban