Solokini.com, Sukoharjo – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukoharjo resmi meluncurkan inisiatif SERASA SURGA (Sekolah Ramah Sesama: Santun, Unggul, Responsif, Gembira, dan Aman).
Program ini dicanangkan sebagai langkah konkret mewujudkan target zero bullying di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.
Kepala Kantor Kemenag Sukoharjo, Muh Mualim menegaskan, program ini merupakan upaya serius dalam menanggulangi isu perundungan, kekerasan seksual, serta intoleransi yang kerap membayangi dunia pendidikan.
“Pendidikan harus berjalan beriringan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penanaman adab. Kami ingin sekolah di Sukoharjo menjadi tempat yang aman dan dirindukan oleh setiap anak didik,” ujar Mualim, Jumat (01/05/2026).
Sebagai garda terdepan, Kemenag Sukoharjo membentuk Satuan Unit Reaksi Gangguan Anak atau Tim SURGA. Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sukoharjo, Khomsun Nur Arif menjelaskan, tim ini akan ditempatkan di setiap satuan pendidikan.
Tugas utama Tim SURGA meliputi:
- Deteksi Dini: Memantau potensi konflik atau gangguan di lingkungan sekolah.
- Penanganan Cepat: Memberikan respons segera terhadap tindakan kekerasan.
- Pendampingan: Menangani trauma pada siswa yang menjadi korban.
Selain aspek perlindungan fisik, SERASA SURGA juga mengedepankan nilai kearifan lokal Jawa, yakni andhap ashor (rendah hati). Khomsun menambahkan, nilai ini krusial agar siswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur.
Adapun Implementasi Program 2026 mencakup:
- Kurikulum Etika: Penguatan materi perilaku santun antar sesama.
- Moderasi Beragama: Penanaman nilai toleransi sejak dini.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Kerja sama berkelanjutan sepanjang tahun untuk memastikan lingkungan belajar tetap kondusif.
Dengan peluncuran ini, Kemenag Sukoharjo berharap seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya dapat bertransformasi menjadi taman belajar yang membahagiakan bagi seluruh siswa.














