BPJS Kesehatan Surakarta Luncurkan Buku Khutbah JKN, Gandeng Tokoh Agama

Solokini.com, Solo – BPJS Kesehatan Cabang Surakarta resmi menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Solo Raya untuk memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Langkah ini ditandai dengan peluncuran buku khutbah bertajuk “Meraih Sehat, Mensyukuri Nikmat” dalam sosialisasi yang digelar di Surakarta, Kamis (23/4/2026).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari menjelaskan, buku tersebut merupakan kumpulan materi khutbah Jumat yang disusun bersama Dewan Penasihat Syariah (DPS) BPJS Kesehatan.

Tujuannya adalah mengintegrasikan pesan keagamaan dengan nilai gotong royong dalam jaminan sosial.

“Kami ingin memperkuat pemahaman bahwa JKN adalah wujud nyata gotong royong, di mana yang sehat membantu yang sakit melalui iuran yang dibayarkan,” ujar Debbie.

Baca Juga :  Informatika ITB AAS Indonesia Raih Akreditasi Unggul, Buka Program Dual Degree dengan Kampus Thailand

Kasi Bimas Islam Kemenag Surakarta, Achmad Arifin, menyambut baik inisiatif ini.

Ia menyatakan, materi tersebut akan didistribusikan melalui penyuluh agama, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan adalah amanah.

Arifin menambahkan, membayar iuran JKN dapat dimaknai sebagai amal jariyah karena membantu sesama yang membutuhkan pengobatan.

Selain aspek edukasi moral, BPJS Kesehatan juga mempertegas sejumlah regulasi teknis kepesertaan, antara lain:

Dasar Iuran PPU: Untuk pekerja swasta dan BUMN/BUMD, iuran dihitung dari gaji pokok dan tunjangan tetap dengan batas maksimal Rp12 juta.

Baca Juga :  Satlantas Polres Wonogiri Gelar Program Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Budaya Tertib Sejak Dini

Keluarga Tambahan: Peserta PPU Penyelenggara Negara dapat menambah orang tua atau mertua sebagai peserta dengan tambahan iuran 1 persen per orang.

Pendaftaran Bayi: Orang tua wajib mendaftarkan bayi baru lahir paling lambat 28 hari setelah kelahiran. Jika terlambat, iuran akan tetap dihitung sejak hari pertama kelahiran.

Melalui sinergi dengan organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, hingga LDII, BPJS Kesehatan berharap ketaatan masyarakat dalam membayar iuran meningkat demi keberlanjutan perlindungan kesehatan nasional di wilayah Solo Raya.

Berita sebelumyaBCA Gelar Australia Travel Fair 2026, Tawarkan Cashback hingga Rp5 Juta
Berita berikutnyaVIDA Hadirkan Layanan Tanda Tangan Elektronik Berbasis NIK, Dukung Sistem Coretax