Tani Merdeka Indonesia Targetkan Swasembada Tebu dan Jagung di Tahun 2026

Solokini.com, Solo – Organisasi Tani Merdeka Indonesia mempercepat konsolidasi di wilayah Jawa guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Fokus utama organisasi tahun ini adalah mempertahankan swasembada pangan serta mengembalikan kejayaan komoditas tebu dan jagung di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, guna mencapai target tersebut.

“Indonesia pernah mengalami kejayaan gula. Kami siap mendukung pemerintah dengan swasembada tebu dan jagung melalui kolaborasi erat dengan TNI-Polri,” ujar Don Muzakir dalam konsolidasi pengurus Tani Merdeka Solo Raya, Senin (20/4/2026).

Don juga menginstruksikan pengurus daerah untuk aktif memantau kondisi lapangan dan mendampingi kelompok tani. Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah koordinasi pemeliharaan lahan pertanian dengan petugas ulu-ulu di Pemalang.

Baca Juga :  Bandara Adi Soemarmo Siap Berangkatkan 29.121 Jemaah Haji, Kembali Hadirkan Fasilitas 'Makkah Route'

Sejalan dengan arahan pusat, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono mengungkapkan, pihaknya kini fokus pada perluasan lahan tebu. Dari target 13.000 hektar yang ditetapkan, saat ini telah terdata seluas 8.400 hektar lahan yang siap dioptimalkan.

“Kami optimis kejayaan tebu kembali, didukung adanya pabrik gula baru serta optimalisasi fasilitas pabrik lama,” kata Wawan.

Selain tebu, DPW Jateng tengah mengembangkan demplot pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor perikanan, perkebunan, dan pengolahan pupuk di wilayah Ungaran dan Colomadu. Targetnya, tahun ini seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Jawa Tengah memiliki demplot sebagai pusat percontohan petani lokal.

Baca Juga :  KAI Wisata Integrasikan Kereta Wisata dan Museum Sejarah Lewat Sistem OTA

Tani Merdeka juga menaruh perhatian serius pada regenerasi petani dengan mendorong peralihan dari metode tradisional ke modern. Sebagai aksi nyata, sebuah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi petani muda dan perempuan tani akan digelar di Bogor pada Mei mendatang.

Diklat selama empat hari tersebut akan diikuti oleh perwakilan dari setiap kabupaten di Jawa Tengah dengan kuota tujuh orang per daerah. Program ini diharapkan mampu mencetak penggerak pertanian modern yang tangguh untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah masing-masing.

Berita sebelumyaHonda Premium Matic Day Bakal Hadir di Pakuwon Mall Solo Baru, Manjakan Pecinta Motor Matic dan Wibu Soloraya
Berita berikutnyaMidea Ekspansi ke Sragen, Pro Shop Pertama Siap Jadi Pusat Cari AC