Solokinicom, Solo – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Solo terus memantau kondisi sekitar 200 jemaah umrah anggotanya yang saat ini masih berada di Arab Saudi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan jemaah di tengah kekhawatiran keluarga terkait situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ketua DPD LDII Solo, Muhammad Zain, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memberangkatkan jemaah LDII. Koordinasi tersebut mencakup pendataan ulang jemaah serta komunikasi rutin dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah.
“Beberapa waktu lalu kami menerima laporan dari PPIU. Kami meminta agar jemaah LDII yang berada di sana didata secara rinci. Pengelola travel juga kami dorong untuk aktif menjaga keamanan jemaah sekaligus memberikan informasi terbaru kepada keluarga di Tanah Air,” kata Zain kepada wartawan saat ditemui usai buka bersama dengan media di Meeting Room Yayasan Pendidikan Budi Utomo Surakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, hasil pemantauan sementara menunjukkan jemaah yang menggunakan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi tidak mengalami masalah. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudi Airlines disebut tetap beroperasi normal sehingga kepulangan jemaah berjalan sesuai jadwal.
“Untuk maskapai yang direct seperti Garuda, Lion, dan SV (Saudi Airlines sejauh ini tidak ada masalah. Sebagian besar jemaah kita memang pulangnya memakai penerbangan tersebut, jadi tidak sampai tertahan di sana,” ujarnya.
Sementara itu, potensi gangguan sempat muncul pada penerbangan yang menggunakan sistem transit. Namun, sebagian besar jemaah asal Solo telah diarahkan menggunakan rute penerbangan langsung guna meminimalkan risiko keterlambatan perjalanan pulang.
LDII Solo juga mengimbau para jemaah yang saat ini berada di Mekkah dan Madinah agar tetap tenang serta fokus menjalankan ibadah. Berdasarkan laporan yang diterima pengurus, aktivitas ibadah berjalan normal dan situasi di lokasi tetap kondusif, termasuk bagi jemaah yang berencana menetap hingga Hari Raya Idul Fitri.
“Kami meminta jemaah tidak panik. Selama pemerintah Arab Saudi menyatakan kondisi aman, kami juga yakin jemaah dalam keadaan baik. Pengurus terus memantau perkembangan dan berusaha menenangkan keluarga yang menunggu di rumah,” kata Zain.














