Insiden Tragis di TPA Putri Cempo, Petugas Usia 22 Tahun Tewas Terjatuh ke Mesin Penggiling

Penampakan tumpukan sampah di TPA Putri Cempo. foto: Damai Kuncoro
Penampakan tumpukan sampah di TPA Putri Cempo. foto: Damai Kuncoro

SOLOKINI- Insiden tragis terjadi di TPA Putri Cempo, Senin, 2 Maret 2026. Seorang petugas pemilah sampah berinisial ES (22), warga Jeruk Sawit, Gondangrejo, Karanganyar, meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam mesin penggiling sampah saat bertugas.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, bertepatan dengan proses penggilingan pertama pada hari tersebut. Suasana lokasi yang bising membuat teriakan korban nyaris tak terdengar.

Salah seorang pemulung di lokasi, Eko, mengaku sempat mendengar suara minta tolong dari arah mesin. Korban diduga meminta rekan-rekannya segera mematikan alat tersebut.

Baca Juga :  Bandara Adi Soemarmo Borong 4 Penghargaan Global ACI ASQ Awards 2026

“Teriak minta tolong matiin mesinnya. Sekitar jam 10an, teriakannya hampir gak kedengeran karena bising,” ujar Eko, di Solo, Senin, 2 Maret 2026.

Setelah mesin berhasil dihentikan, petugas langsung menghubungi ambulans. Sekitar 10 menit kemudian, ambulans bersama petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Ya sekitar 10 menit ambulan langsung datang sama damkar. Ini tadi proses penggilingan pertama,” kata Eko.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Trafik Lebaran, Indosat Perkuat Jaringan di Jawa Tengah

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Moewardi untuk penanganan lebih lanjut.

Eko mengaku tidak menyaksikan secara langsung detik-detik korban terjatuh ke dalam mesin. Informasi yang ia peroleh dari sejumlah orang di lokasi menyebutkan korban terperosok dengan posisi kepala lebih dahulu masuk ke bagian bawah mesin.

“Nggak berani lihat. Posisi kepala sudah di bawah,” ungkap Eko

Berita sebelumyaBEI Jateng II Perluas Galeri Investasi ke SMA, Sasar Gen Z Agar Tak Terjebak Influencer Saham