Perkuat Riset Penegakan Hukum, UNS dan Polda Jateng Resmikan Pusat Studi Kepolisian

Solokini.com, Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta atau UNS Solo resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah melalui peresmian Pusat Studi Kepolisian UNS dan Polda Jateng.

Peresmian tersebut dilakukan di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS Solo, Rabu (4/3/2026).

Acara ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama (PKS) oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., bersama Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jateng, Komisaris Besar Polisi Dr. Noviana Tursanurohmad, S.I.K., M.Si.

Rektor UNS, Prof. Hartono menyampaikan, kehadiran pusat studi ini merupakan respons atas kompleksitas praktik penegakan hukum di era modern yang membutuhkan dukungan kajian ilmiah dan riset multidisipliner.

Baca Juga :  FK UMS Lantik 30 Dokter Baru, Tekankan Pelayanan Ramah dan Pembelajar Sepanjang Hayat

“Hadirnya Pusat Studi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis antara dunia akademik dan institusi kepolisian,” tuturnya.

“Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading, melainkan harus hadir secara nyata menjawab persoalan masyarakat,” ujar Prof. Hartono.

Kerja sama antara UNS Solo dan Polda Jateng sebenarnya telah terjalin sejak tahun 1989 dalam upaya pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Binkamtibmas).

Pembentukan pusat studi ini menjadi formalisasi hubungan baik yang telah terbangun selama lebih dari tiga dekade.

Pusat studi ini ditargetkan mampu menghasilkan policy brief, kajian strategis, serta rekomendasi berbasis data (evidence-based approach) untuk mendukung kinerja kepolisian di tingkat daerah maupun nasional.

Selain itu, wadah ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kebijakan publik dan stabilitas sosial.

Baca Juga :  Pertahankan Tradisi Prestasi, HIMA DKV ISI Surakarta Gelar Rapat Koordinasi PPK Ormawa

Sementara itu, Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmad menyatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari akselerasi transformasi dan reformasi Polri.

Hingga saat ini, Polri telah menjalin 74 nota kesepahaman dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna penguatan riset.

“Kerja sama ini bertujuan menghadirkan analisis dan solusi atas persoalan sosial-keamanan. Serta mengembangkan pendidikan berkelanjutan guna mewujudkan polisi yang profesional, humanis, dan demokratis,” jelas Kombes Pol Noviana.

Melalui pusat studi ini, diharapkan kebijakan kepolisian ke depan menjadi lebih akurat, berbasis data, minim konflik, sekaligus mampu memperkuat kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Berita sebelumyaPertahankan Tradisi Prestasi, HIMA DKV ISI Surakarta Gelar Rapat Koordinasi PPK Ormawa
Berita berikutnyaFK UMS Lantik 30 Dokter Baru, Tekankan Pelayanan Ramah dan Pembelajar Sepanjang Hayat