Pandemi COVID-19 menjadi masa penuh ujian bagi pelaku usaha kecil. Banyak yang terpaksa menghentikan aktivitasnya akibat keterbatasan modal dan pasar. Namun di tengah situasi sulit itu, seorang warga Kartasura, Erna Prilyani, justru menemukan jalan baru untuk bertahan.
Dari rumah sederhananya di wilayah Solo Raya, Erna mulai mengolah celana jeans bekas menjadi tas dengan karakter unik. Usaha yang kini dikenal dengan nama DenCraft tersebut bermula dari langkah kecil dan penuh keraguan.
“Saat itu saya tidak berpikir besar. Yang penting usaha ini bisa jalan dulu untuk membantu kebutuhan keluarga,” tutur Erna mengenang awal merintis usahanya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Berbekal hobi menjahit yang sudah ia tekuni sejak remaja, Erna memanfaatkan tumpukan kain denim tak terpakai. Bahan yang semula dianggap tak bernilai itu diolah menjadi produk fesyen ramah lingkungan dengan sentuhan kreatif. Ia menjahit dengan peralatan sederhana, bahkan kerap menyelesaikan pekerjaannya hingga larut malam.
“Kadang capek, tapi justru dari situ saya merasa punya pegangan,” ujarnya.
Perjalanan DenCraft tentu tidak selalu mulus. Erna mengaku sempat merasa minder ketika melihat produk serupa yang tampil lebih modern dan rapi. Titik balik datang saat ia mendapatkan pendampingan usaha sebagai nasabah PNM Mekaar. Dari situ, ia mulai memahami pentingnya peningkatan kualitas, manajemen produksi, hingga cara membangun kepercayaan diri sebagai pelaku UMKM.
“Saya sempat ragu apakah produk saya cukup bagus. Tapi saya belajar, kualitas itu bisa terus ditingkatkan asal mau belajar,” katanya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. DenCraft perlahan mendapat tempat di hati konsumen. Puncaknya, Erna mendapat kesempatan mengikuti pameran kerajinan berskala nasional Inacraft 2026 di Jakarta.
“Rasanya campur aduk, senang sekaligus takut. Tapi dari situ saya sadar, ternyata usaha kecil dari rumah juga bisa sampai ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Partisipasi di ajang tersebut membuka pandangan baru bagi Erna tentang potensi usahanya. Ia kini tak hanya memikirkan keberlangsungan ekonomi keluarga, tetapi juga ingin menginspirasi perempuan lain agar berani memulai.
“Saya ingin perempuan lain percaya bahwa mereka juga punya kesempatan yang sama,” ucapnya.
Kini DenCraft tak sekadar menjadi sumber penghasilan, tetapi juga simbol ketekunan dan keberanian bangkit dari situasi sulit. Dari potongan jeans bekas di Kartasura, Erna membuktikan bahwa usaha rumahan pun mampu menembus panggung nasional jika ditekuni dengan konsisten dan semangat belajar.














