Meet & Greet “Piye to Kih?” di Solo, Ungkap Momen Mistis saat Syuting

SOLO, Solokini.com — Film terbaru persembahan Miracle Pictures dan Woko Channels, Piye To Kih?, tengah mampir ke Kota Surakarta (Solo) dalam rangkaian tur promosi (roadshow).

Berlangsung di XXI Solo Paragon Mall, acara meet and greet serta nonton bareng (special screening) ini disambut antusias oleh masyarakat. Solo sendiri tercatat sebagai kota ke-4 dari total 17 kota yang disinggahi dalam tur promosi film ini.

Rangkaian tur tersebut menjadi jembatan bagi para penonton untuk bisa menyaksikan filmnya lebih awal bersama para pemeran sebelum resmi tayang serentak di bioskop.

Usung Genre Komedi Supranatural Sarat Makna

Disutradarai oleh Ito Mavin, yang juga bertindak sebagai produser, film Piye To Kih? mengusung genre drama komedi dengan balutan elemen supranatural. Skenario film ini ditulis oleh Endik Koeswoyo bersama sang sutradara.

Cerita berpusat pada tokoh Mukidi (diperankan oleh Heri Chandra) yang rencana pernikahannya harus berantakan. Di tengah keterpurukannya, ia justru dipertemukan dengan Sukma (diperankan oleh Dara Sarasvati), perempuan misterius dari alam berbeda.

Hubungan keduanya berkembang menjadi kisah yang unik dan penuh tantangan, dibumbui humor segar serta pesan moral yang kuat tentang keluarga, persahabatan, kejujuran, dan keberanian untuk memperbaiki diri.

Sutradara Ito Mavin menjelaskan, pesan utama dari film ini adalah bagaimana seseorang bisa menjadi diri sendiri dengan lebih baik daripada harus berusaha menjadi orang lain.

“Nilai dan poin utamanya itu lebih di menjadi diri sendiri lebih baik daripada daripada menjadi orang lain,” ungkap Ito Mavin pada awak media di bioskop XXI Solo Paragon Mall, Minggu (25/10/2026).

Pengalaman Pertama Sutradara Garap Film Drama

Bagi Ito Mavin menggarap Piye To Kih? memberikan tantangan tersendiri karena ini merupakan pengalaman pertamanya mengarahkan film bergenre drama. Ia mengaku sempat merasa tegang mengingat banyaknya adegan emosional dan air mata di dalam film.

Baca Juga :  7 Hotel Budget di Solo yang Nyaman, Strategis, dan Hemat

Menariknya, untuk beberapa pemeran utama seperti Dara Sarasvati, sang sutradara tidak melalui proses casting yang panjang. Ia sudah merasa yakin sejak awal bahwa karakter Sukma hanya bisa dihidupkan oleh Dara.

“Sejujurnya untuk film ini tidak ada satu orang pun yang saya casting, semuanya saya pilih,” kata Ito Marvin.

“Sejak awal saya merasa enggak tahu kenapa ya, maksudnya ada beberapa pilihan, tapi dari awal saya sudah menentukan bahwa Sukma hanya bisa hidup melalui Dara, kira-kira begitu,” jelasnya.

Proses syuting film ini juga diwarnai cerita menarik, termasuk pengalaman mistis. Heri Chandra mengungkapkan, sempat muncul bayangan siluet yang menyerupai kuntilanak di meja makan di lokasi syuting ketika lampu menyala.

Kendati demikian, proses syuting secara keseluruhan berjalan lancar berkat kerja sama tim yang solid. Sedangkan syuting film berlangsung di kawasan Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jakarta.

“Yang jelas ini film pertama. Kesan-kesannya ya deg-degan, tegang, soalnya disuguhin dengan drama nangis, kalau yang dulu belum pernah, kurang lebih seperti itu,” ujar Heri Chandra.

Tantangan Dara Sarasvati Perankan Makhluk Astral

Dara Sarasvati mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat memerankan makhluk astral adalah menjaga gestur tubuh serta menahan ego emosional agar karakternya tetap terasa berbeda dari manusia biasa.

Karena belum pernah memerankan entitas non-manusia sebelumnya, ia banyak mengeksplorasi referensi dari film-film berkarakter serupa.

“Kalau pada saat scene aku, itu dia proyeksinya sudah entitas atau makhluk astral-nya, bukan bonekanya. Jadi lebih kepada kesulitan memerankan gesture ya, karena belum pernah sebelumnya memerankan entitas, jadi ini hal baru sih buat aku,” tutur Dara.

Baca Juga :  Rekomendasi 7 Hotel di Solo Terbaik 2026, Lengkap Harga dan Fasilitas

Ia juga menjelaskan tantangan emosional saat harus menahan diri agar karakternya tidak terlihat sama persis dengan manusia biasa.

“Gimana caranya untuk ngrem emosional kita, ego kita ketika kita deliver dialog, itu enggak boleh too much sampai akhirnya terkesan enggak ada bedanya antara makhluk astral dan manusia,” tambahnya.

Antusiasme Gabriella Desta dan Harapan untuk Penonton

Aktris Gabriella Desta yang turut membintangi film ini mengaku sangat antusias dan senang bisa bergabung dengan jajaran pemain serta kru yang suportif. Ia menceritakan bagaimana keterlibatannya berawal dari tawaran penulis skenario Endik Koeswoyo.

“Aku ditawarin ini tuh sama salah satu penulis kita, Mas Endik Koeswoyo. Mas Endik ngabarin saya kalau dia punya judul film Piye To Kih? dan pengen saya main di situ juga. Sampai akhirnya saya baca skripnya, wah ini sangat menarik ya, ceritanya kompleks tapi memang banyak pesan moral yang bisa disampaikan di situ,” ungkap Desta.

Gabriella dan para pemain berharap film ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia, dari Gen Z, milenial, hingga baby boomer, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pesan utama yang ingin disampaikan kepada penonton mencakup pentingnya memantaskan diri, bersikap ikhlas, serta berani menjadi diri sendiri tanpa harus terbawa arus.

Jadwal Penayangan di Bioskop

Setelah merampungkan rangkaian roadshow 17 kota, termasuk Home Premiere di Kediri (6/10/2026) dan Gala Premiere di Jakarta (12/10/2026), film Piye To Kih? akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 November 2026.

Film berdurasi 108 menit ini telah lulus sensor dengan klasifikasi usia penonton 13 tahun ke atas (13+) sehingga cocok menjadi tontonan keluarga.

Berita sebelumyaBelum Sempat Nonton Persis Solo, 4 Suporter Diciduk Gegara Bawa Miras
Berita berikutnyaDetik-detik Trafo Terbakar di Jalan Sugiyopranoto, Rusak Mobil Listrik BYD