KPU Surakarta Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Politik Berkelanjutan, Dihadiri Anggota DPR RI Mohammad Toha

Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Politik Berkelanjutan oleh KPU Kota Surakarta di Hotel Mahalaya, Sabtu (23/8/2025).

Solokini.com, Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta (Solo) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Politik Berkelanjutan di Hotel Mahalaya, Sabtu (23/8/2025).

Sosialiasi tersebut dihadiri narasumber, Mohammad Toha, Anggota Komisi II DPR RI dan Sri Martuti Handayani, Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta.

Acara ini menjadi bagian dari strategi nasional KPU dalam membangun pemilih yang cerdas, sadar, dan bertanggung jawab.

“Pemilu dan Pilkada 2024 di Kota Surakarta berjalan lancar karena kerjasama dan partisipasi masyarakat,” tutur Yuli Yulianingrum, Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Surakarta.

“Saya berharap, kegiatan ini akan menjadi sarana masyarakat untuk memberikan kritik dan saran kepada KPU. Agar Pemilu di masa mendatang lebih baik,” lanjunya.

Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan demokrasi.

“Kami ingin menciptakan pemilih yang cerdas, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan politik secara bijak,” ujar Yuli Yulianingrum.

Baca Juga :  Adi Soemarmo Kembali Berstatus Bandara Internasional

Pendidikan politik berkelanjutan dari KPU difokuskan di luar masa kampanye agar masyarakat dapat memahami aspek nilai dan hak, bukan sekadar janji politik.

Program ini juga merupakan bagian dari fase II strategi nasional KPU RI yang berfokus pada dokumentasi pembelajaran, monitoring, dan inovasi pascapemilu.

Anggota Komisi II DPR RI, Mohammad Toha, menyampaikan evaluasi dan rekomendasi terkait pelaksanaan Pemilu sebelumnya.

“Peserta, parpol maupun penyelenggara punya pengalaman apa yang mungkin itu menjadi kekurangan. Mereka bisa menyampaikan rekomendasi supaya pemilu ke depan lebih baik lagi,” terangnya.

Salah satu rekomendasi Mohammad Toha adalah KPU harus kerja sama intensif dengan Bawaslu dalam hal pemutakhiran data pemilih.

“Karena slama ini yang paling lemah masalah data. Data bisa beda-beda antara KPU, Bawaslu, BPS hingga Capil dan sebagainya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Fiesta Clash of Cooking Master Pecahkan Rekor Leprid dengan Tumpeng Serba 80

“Itu menjadi persoalan ketika kita memberikan hak pilih undangan, dan seterusnya. Meski penyelenggaraan pemilu kemarin lebih baik dari yang sebelumnya,” tandas Mohammad Toha.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Solo, Sri Martuti Handayani, menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemilu.

Mulai dari nilai demokrasi, hak dan tanggung jawab pemilih, mekanisme pemilu, peran generasi muda dalam pemilu, hingga tips menjadi pemilih cerdas.

“Tips menjadi pemilih cerdas, yang pertama kenali calon dan partai politik. Kemudian, cek visi, misi, dan rekam jejak calon,” papar Sri Martuti.

“Jangan terpengaruh politik uang. Gunakan logika dan hati nurani. Ajak keluarga dan teman ikut serta memilih,” imbuhnya.

Dengan adanya kegiatan ini, KPU Surakarta berharap kesadaran politik masyarakat semakin meningkat dan partisipasi dalam proses demokrasi dapat berjalan lebih berkualitas.

Berita sebelumyaFiesta Clash of Cooking Master Pecahkan Rekor Leprid dengan Tumpeng Serba 80
Berita berikutnyaLebih Dekat dengan Masyarakat, Grand Mercure Solo Baru Ramaikan CFD Solo