
Solokini.com, Solo – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Tengah menyelenggarakan Borobudur Travel Mart & Expo (BTMX) 2025 di The Sunan Hotel Solo, 22-23 Oktober 2025.
Acara yang dibuka resmi oleh Wali Kota Surakarta (Solo) Respati Ardi ini berfokus pada pertemuan bisnis atau business to business (B to B) antar pelaku industri pariwisata.
BTMX 2025 merupakan upaya BPPD Jateng untuk memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah.
Ketua Panitia BTMX 2025 sekaligus Ketua BPPD Jateng, Ari Martanto, menjelaskan, BTMX 2025 adalah kegiatan promosi yang mempertemukan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif dengan pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri.
“BTMX 2025 adalah kegiatan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah yang mempertemukan pelaku industri pariwisata ekonomi kreatif dengan pembeli baik dalam maupun luar negeri,” jelas Ari Martanto, Rabu (22/10/2025).
Mengusung tema ‘Travel Mart and Expo: Perkuat Promosi Pariwisata dan Ekonomi Daerah’, acara ini mempertemukan lebih dari 100 buyer atau agen perjalanan wisata. Mulai dari Jateng, DIY, Jatim, Jabar, Jakarta, Bali, Banten, Lombok, dan bahkan diminati buyer dari Malaysia.
Sementara itu, sebanyak 50 seller dari pelaku industri pariwisata Jawa Tengah dan provinsi lain di Indonesia turut serta dalam sesi business matching tersebut.
Selain pertemuan bisnis, BTMX 2025 juga diramaikan dengan expo yang melibatkan 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif yang berhubungan dengan pariwisata.
Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum, memberikan kesempatan untuk mengenal dan membeli produk-produk lokal unggulan Jateng seperti kuliner, kerajinan tangan, dan fesyen khas daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan BTMX 2025 sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Ia berharap kebijakan diskon atau potongan PPN tiket pesawat dari pemerintah dapat memberikan dampak positif signifikan bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Surakarta.
“Semoga Jawa Tengah khususnya Kota Solo bisa mendapat efek yang luar biasa untuk pariwisata,” ujar Respati.
Ia juga menambahkan, Kota Solo dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki infrastruktur yang lengkap, budaya yang kuat, serta daya tarik wisata yang mumpuni.
Wali Kota solo Respati Ardi menekankan pentingnya kolaborasi untuk pertumbuhan industri pariwisata.
“Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa Surakarta siap menjadi simpul penting dalam jaringan pariwisata Jawa Tengah,” tutur Respati Ardi.
“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas daerah, kami percaya industri pariwisata dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Harapannya, BTMX 2025 menjadi ajang penting untuk memperluas peluang kerja sama bisnis di sektor pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Serta memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Jateng dan DIY.














