Solokini.com, Solo – Museum Keraton Surakarta belum dibuka untuk wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Penutupan tersebut disebabkan proses renovasi museum yang hingga kini belum sepenuhnya rampung.
Pengageng Museum dan Pariwisata versi SISKS Pakubuwana XIV Purboyo, GKR Devi Leliana Dewi, mengatakan renovasi yang dikerjakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah–DIY masih menyisakan pekerjaan di salah satu ruangan museum.
“Kami belum bisa membuka karena memang masih ada sisa pekerjaan dari BPK wilayah 10 yang belum selesai,” kata Devi kepada wartawan di Keraton Surakarta, Sabtu (27/12/2025).
Devi menjelaskan, Museum Keraton Surakarta memiliki sejumlah ruangan, namun renovasi yang belum tuntas hanya berada di satu ruangan. Meski demikian, penataan koleksi di ruang tersebut belum selesai sepenuhnya. Sejumlah vitrin masih tampak kosong dan koleksi belum tertata rapi.
“Masih ada artefak-artefak yang penempatannya belum sesuai dengan display atau yang tadinya di ruangan yang direnovasi itu,” ujar dia.
Selain penataan koleksi, Devi menyebut pemasangan pintu otomatis di ruangan tersebut juga belum selesai. Ia menduga kendala terjadi karena pihak pelaksana belum mendapatkan sensor pintu akibat masa liburan.
“Kemungkinan terkendalanya di situ. Tapi saya enggak tahu pasti karena saya belum diberi konfirmasi lebih lanjut dari BPK Wilayah X,” ucapnya.
Meski ruangan lain di museum masih menggunakan tata letak lama, pihak Keraton memilih untuk tidak membuka sebagian area saja demi menghindari keluhan pengunjung.
“Kalau misalnya saya buka ruangan yang lama kan pastinya pengunjung akan banyak yang komplain,” kata Devi.
Sementara itu, renovasi Panggung Sanggabuwana di Pelataran Keraton telah selesai dikerjakan. Namun, akses ke lokasi tersebut juga belum dibuka untuk wisatawan.
“Panggung Sanggabuwana itu memang belum kami buka,” ujar Devi.
Ia menjelaskan, Panggung Sanggabuwana merupakan satu rangkaian kunjungan dengan Museum Keraton Surakarta.
“Biasanya satu paket masuk ke museum kemudian ke Pelataran sekalian bisa melihat Panggung Sanggabuwana kemudian masuk museum lagi memutar keluar,” katanya.
Hingga kini, pihak Keraton belum dapat memastikan kapan Museum Keraton Surakarta akan kembali dibuka. Mereka masih menunggu penyelesaian renovasi secara menyeluruh oleh BPK Wilayah X.
“Kalau dari pihak kami pengennya kalau bisa secepatnya dibuka, tapi kan belum bisa. Saya enggak mau ambil risiko karena belum selesai (renovasi). Jadi saya takut kesalahan nantinya,” ujar Devi.
“Jadi lebih baik diselesaikan dulu sampai 100 persen tuntas kemudian baru mungkin saya berani untuk membukanya,” katanya.














