
SOLO, Solokini.com — Fenomena musim kemarau dan kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga memanggil kepedulian berbagai elemen masyarakat di Kota Solo.
Favehotel Solo (Favehotel Manahan Solo dan Favehotel Solo Baru) kembali mengambil langkah nyata melalui rangkaian aksi sosial lintas sektor. Berkolaborasi dengan Kodim 0735/Surakarta, Pejuang Social Community (PSC), Teh Sepeda Balap, serta Yayasan Tangan Baik, aksi kemanusiaan sukses digelar Selasa (11/8/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana keakraban terlihat dari titik kumpul pertama di Markas Kodim (Makodim) 0735/Surakarta. Tim gabungan yang terdiri dari prajurit TNI, manajemen hotel, serta para relawan komunitas bergerak bersama menyusuri beberapa titik lokasi strategis di Kota Surakarta.
Aksi sosial ini bukan sekadar bentuk empati terhadap dampak kekeringan, melainkan juga menghadirkan bantuan konkret yang menyasar langsung kebutuhan dasar warga. Berbagai bentuk dukungan disalurkan sepanjang hari, mulai dari paket sembako, pembagian minuman gratis, penyediaan layanan kesehatan, hingga penyerahan bantuan alat bantu mobilitas bagi warga disabilitas dan lansia.
Salah satu titik fokus utama penyaluran bantuan berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, yang dikenal sebagai salah satu kompleks pemakaman terbesar di Kota Surakarta. Di lokasi yang identik dengan keheningan ini, perhatian khusus diberikan kepada para petugas pemungut bunga. Mereka adalah sosok-sosok pekerja harian yang setia menjaga kelangsungan pelayanan lingkungan TPU, namun kerap terluput dari perhatian publik. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 100 paket sembako diserahkan secara langsung kepada para petugas.
Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti momen penyerahan bantuan. Para penerima manfaat berkumpul dengan tertib untuk menerima paket sembako yang diserahkan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf. Arief Handoko Usman, S.H., didampingi oleh jajaran perwakilan lintas instansi dan komunitas. Bantuan berupa kebutuhan pangan pokok ini diharapkan dapat meringankan sedikit beban ekonomi harian keluarga para pekerja TPU Bonoloyo di tengah situasi sulit saat ini.
Tidak berhenti pada pembagian sembako, kepedulian di jalanan juga diwujudkan secara unik dan menyegarkan. Tim relawan membagikan tak kurang dari 1.000 gelas Es Teh Sepeda Balap kepada para pengguna jalan, pengemudi transportasi umum, dan warga setempat yang tengah beraktivitas di sekitar area kegiatan.
Di tengah cuaca panas Kota Solo, aksi pembagian minuman segar ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Langkah sederhana ini menyiratkan pesan mendalam bahwa aksi sosial tidak selalu diukur dari seberapa besar nilai materi yang diberikan. Perhatian kecil yang dihadirkan pada situasi yang tepat mampu mengukir senyum serta memberikan kesegaran nyata bagi warga yang sedang menempuh perjalanan.
Perjalanan kemanusiaan ini berlanjut menuju kawasan Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari. Di permukiman padat penduduk ini, tim kolaborasi menyasar warga yang membutuhkan penanganan khusus.
Selain membagikan paket sembako tambahan, tim juga menyerahkan bantuan berupa kursi roda kepada warga setempat yang mengalami keterbatasan fisik dan mobilitas. Penyerahan alat bantu ini menjadi penutup rangkaian aksi lapangan yang tidak hanya menyentuh aspek pangan, tetapi juga aksesibilitas fisik.
Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf. Arief Handoko Usman, S.H., menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan sosial ini merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai luhur gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan dari berbagai elemen untuk hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. Kami sangat berharap bantuan yang telah disalurkan, baik berupa sembako, minuman, layanan kesehatan, maupun kursi roda, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tuturnya.
“Semangat gotong royong seperti ini adalah modal sosial yang perlu terus kita jaga dan pupuk bersama, karena melalui kolaborasi lintas sektor inilah kita dapat menjangkau dan memberikan manfaat yang jauh lebih luas,” tegas Letkol Inf. Arief Handoko Usman.
Senada dengan Dandim, Hotel Manager Favehotel Manahan Solo dan Favehotel Solo Baru Khuswatus Solikhin menyampaikan, keterlibatan aktif pihak manajemen hotel dalam kegiatan sosial ini dilandasi oleh komitmen jangka panjang perusahaan untuk terus memberi dampak positif bagi lingkungan tempat mereka beroperasi.
“Bagi kami di favehotel Solo, kegiatan sosial tidak pernah hanya sebatas memberi bantuan materi secara sepihak. Lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana kita dapat hadir, duduk bersama, berkolaborasi, dan menciptakan manfaat nyata yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.
“Sinergi antara favehotel Solo bersama Kodim 0735/Surakarta, PSC, Teh Sepeda Balap, dan Yayasan Tangan Baik adalah bukti konkret bahwa ketika berbagai pihak mau melangkah bersama, kepedulian yang sederhana sekalipun akan memberikan dampak yang sangat besar,” ungkap Khuswatus.
Khuswatus juga menambahkan, aksi sosial semacam ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat hubungan kemitraan antara Favehotel Solo dengan komunitas lokal dan pemangku kepentingan (stakeholder) di kawasan Solo Raya. Pihaknya berharap inisiatif positif ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi pemicu lahirnya gerakan-gerakan sosial serupa di masa datang.
Melalui rangkaian aksi terpadu ini, Favehotel Solo bersama Kodim 0735/Surakarta dan seluruh mitra komunitas berhasil membuktikan bahwa semangat kepedulian sosial di Kota Surakarta tetap menyala tebal. Dengan saling bahu-membahu, keterbatasan dapat teratasi, dan senyum masyarakat dapat terus terjaga.












