
SOLO, Solokini.com – Penemuan granat kuno menggegerkan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo, Selasa, 20 Oktober 2026. Benda itu ditemukan abdi dalem saat membersihkan kawasan Panti Pidana yang tengah direvitalisasi.
Polisi bersama Tim Gegana Brimob turun tangan menangani temuan tersebut. Granat itu kemudian dibawa ke Mako Brimob Kompi 3 Gunung Kendil untuk menjalani disposal atau pemusnahan. Berikut lima fakta yang dikumpulkan Solokini, soal penemuan granat di Keraton Solo, Rabu 21 Oktober 2026.
1. Ditemukan saat Pembersihan Area Revitalisasi
Granat kuno ditemukan abdi dalem saat membersihkan kawasan Panti Pidana di lingkungan Keraton Solo, Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Benda berkarat itu tertimbun tanah dan ditemukan di area yang sedang ditata.
”Petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut,” ujar Kapolresta AKBP Condro Sasongko saat ditemudi di lokasi kejadian, Selasa, 20 Oktober 2026.

2. Berada di Kawasan yang Menyimpan Perlengkapan Prajurit
KPH Eddy Wirabhumi menjelaskan, kawasan tersebut secara historis berkaitan dengan penyimpanan berbagai perlengkapan prajurit keraton. Selain granat kuno, petugas juga menemukan masker lama, perlengkapan pemadam api, serta benda yang menyerupai peluru.
3. Dilaporkan ke Polisi untuk Penanganan
Pihak keraton segera melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. Jajaran Polresta Surakarta bersama personel Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa dan menangani benda yang diduga mengandung bahan peledak itu.

4. Diduga Masih Berpotensi Aktif
KPH Eddy Wirabhumi menyebut granat yang ditemukan tersebut masih berpotensi aktif. Karena itu, ia meminta bantuan kepolisian dan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) untuk memeriksa serta menetralkan benda-benda lain yang masih tersimpan di kawasan tersebut.
“Saya sudah meminta Pak Kapolres agar dibantu Jihandak untuk menetralisasi barang-barang di situ, karena masih ada yang berbahaya,” kata KPH Eddy.
5. Dibawa ke Gunung Kendil untuk Disposal
Setelah menjalani penanganan awal, Tim Gegana membawa granat tersebut ke Mako Brimob Kompi 3 Gunung Kendil. Teknisi bom Gegana Brimob kemudian melakukan proses disposal atau pemusnahan sesuai prosedur keselamatan.












