Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan Solo, Fokus Kebencanaan dan Edukasi

PMI Kota Surakarta secara resmi melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Surakarta untuk Masa Bakti 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Selasa (8/9/2026). (Dok. Humas Pemkot)

SOLO, Solokini.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta (Solo) menjadi saksi momentum bersejarah penguatan jaringan kemanusiaan di wilayah Kota Solo. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta secara resmi melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Surakarta untuk Masa Bakti 2026–2031.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Selasa (8/9/2026). Agenda strategis ini bertujuan untuk memperkokoh struktur organisasi PMI sekaligus meningkatkan efektivitas serta daya tanggap pelayanan kemanusiaan hingga ke tingkat basis paling dasar.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, serta disaksikan langsung oleh Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto. Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta, serta para Camat dari seluruh wilayah Kota Surakarta.

Pengurus yang dilantik mencakup jajaran Dewan Kehormatan, Pengurus PMI Kecamatan, dan Ketua PMI Kecamatan dari 5 kecamatan di Kota Surakarta, yaitu:

  1. Kecamatan Jebres
  2. Kecamatan Banjarsari
  3. Kecamatan Laweyan
  4. Kecamatan Serengan
  5. Kecamatan Pasar Kliwon

Seluruh jajaran pengurus baru ini akan mengemban amanat dan tugas dalam memberikan layanan sosial kemanusiaan, pengelolaan donor darah, penanganan bencana, hingga sosialisasi edukatif di wilayah operasional masing-masing.

Fokus Pelayanan Cepat, Tepat, dan Pengembangan Relawan Berkelanjutan

Ketua PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan struktur PMI di tingkat kecamatan sangat krusial sebagai garda terdepan penanganan isu kemanusiaan dan mitigasi bencana. Pengurus di tingkat kecamatan merupakan perpanjangan tangan langsung yang berhadapan dengan dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Pengurus PMI Kecamatan merupakan perpanjangan tangan PMI Kota Surakarta yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal komitmen untuk hadir lebih cepat, responsif, dan tepat sasaran dalam membantu warga yang membutuhkan di setiap sudut wilayah Surakarta,” ujar Sumartono Hadinoto di Pendopo Loji Gandrung, Selasa (8/9/2026)

Sumartono memaparkan bahwa pembentukan dan penguatan pengurus kecamatan ini membawa empat tujuan utama, yakni:

  1. Jangkauan Cepat (Fast Response): Memastikan seluruh aksi dan pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat secara efektif, efisien, dan tanpa hambatan birokrasi yang rumit.
  2. Program Lokal Terpadu: Menjalankan program donor darah, layanan kesehatan umum, serta kesiapsiagaan bencana yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik masyarakat lokal secara berkelanjutan.
  3. Kesiapan Relawan Murni: Menggembleng serta mengasah kapasitas relawan di tingkat kecamatan hingga kelurahan agar siap menjadi garda terdepan yang tangguh saat terjadi kondisi darurat maupun bencana.
  4. Sinergi Kewilayahan Solid: Mempererat kolaborasi strategis bersama pemerintah kecamatan, jajaran kelurahan, dunia usaha (CSR), serta komunitas lokal demi memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan warga.
Baca Juga :  5 Fakta Penemuan Granat di Keraton Solo, Dilakukan Disposal di Gunung Kendil

“PMI Kota Surakarta tidak dapat bekerja sendiri. Kekuatan kita ada pada jaringan yang solid hingga ke bawah. Sebagaimana pesan Mas Wali, jika kita sudah berkomitmen, ikhlas, dan berniat baik membantu kegiatan sosial, hasilnya harus nyata berdampak bagi masyarakat Kota Surakarta,” imbuh Sumartono.

Foto bersama usai Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Surakarta untuk Masa Bakti 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Selasa (8/9/2026).

Wali Kota Solo Dorong Program Preventif dan Pengelolaan Isu Lingkungan

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan dedikasi PMI Solo dalam membantu kerja Pemkot Solo, khususnya dalam penanganan status tanggap bencana dan respon cepat tanggap darurat.

Menanggapi kompleksitas tantangan kebencanaan serta dinamika sosial perkotaan saat ini, Wali Kota mendorong PMI agar tidak hanya berfokus pada tindakan kuratif atau tanggap darurat semata, seperti pasokan kantong darah dan penanganan pascabencana. Ia menekankan pentingnya memperkuat program preventif, edukasi kesehatan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Dalam pandangannya, Respati Ardi menyoroti bahwa keikhlasan dan wawasan kesemestaan sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia mencontohkan dinamika penanganan penumpukan gas metana di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo sebagai pengingat bersama. Menurutnya, kesadaran mitigasi kebencanaan dan lingkungan harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni pemilahan sampah dari rumah tangga.

Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya sinergi yang makin erat antara Camat, Lurah, dan Pengurus PMI Kecamatan setempat untuk membangun sistem ketahanan bencana lokal (community-based disaster risk management) yang kuat.

Baca Juga :  Gusti Sura Antar Undangan Nikahan ke Jokowi, Calon Suami Turut Mendampingi

Inovasi Kurikulum Kemanusiaan: Pemkot Solo dan PMI Sasar Generasi Alpha

Sebagai langkah terobosan dalam membangun karakter generasi muda, khususnya Generasi Alpha, Pemkot Surakarta berencana menjalin kerja sama strategis dengan PMI untuk masuk ke lembaga pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melalui kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Pemkot merancang penambahan materi muatan kurikulum karakter yang mencakup tiga pilar utama:

  1. Mata Pelajaran Tambahan Life Skills (Keterampilan Hidup): Pengajaran keterampilan dasar hidup sehari-hari, seperti teknik melipat baju, mengikat tali sepatu dengan benar, hingga mencuci piring mandiri untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab sejak dini.
  2. Etika Berkendara dan Lalu Lintas: Edukasi adab, kepatuhan, dan ketertiban di jalan raya yang mengadopsi model pendidikan keselamatan (traffic safety education) dari negara-negara maju.
  3. Penerapan 7 Prinsip Dasar PMI (Kemanusiaan dan Budi Pekerti): Menginternalisasikan nilai-nilai universal kepalangmerahan, adab, tepa slira (tenggang rasa), kesetaraan, serta mitigasi dasar kebencanaan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, maupun antargolongan (SARA).

“PMI berfokus pada kemanusiaan. Dalam kurikulum baru yang sedang dirapatkan bersama Dinas Pendidikan ini, saya berharap PMI ikut andil masuk ke SD dan SMP untuk mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban kepada anak-anak kita,” tegas Wali Kota Respati usai menghadiri acara.

Komitmen Bersama untuk Surakarta Tangguh dan Inklusif

Rangkaian acara pelantikan tersebut diakhiri dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan, penandatanganan berita acara pelantikan oleh para ketua pengurus kecamatan terpilih, serta sesi foto bersama seluruh jajaran pimpinan daerah dan pengurus PMI.

Dengan dilantiknya kepengurusan PMI Kecamatan se-Kota Surakarta untuk periode 2026–2031 ini, Kota Surakarta optimistis mampu mewujudkan tata kelola pelayanan kemanusiaan yang lebih inklusif, cepat, dan merata.

Sinergi antara pemerintah daerah, PMI, serta elemen masyarakat diharapkan dapat menjadikan Solo sebagai kota yang tidak hanya tangguh dalam menghadapi bencana, tetapi juga kaya akan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Berita sebelumyaPencak Silat Solo Juara Umum 2 Popda Jateng 2026, Raih 3 Medali Emas
Berita berikutnya7 Hotel Dekat Masjid Kota Barat Surakarta yang Nyaman untuk Menginap