7 Tempat Makan Cabuk Rambak Solo yang Masih Bertahan

SOLO, Solokini.com– Buat kita yang tumbuh besar di Solo, nama cabuk rambak pasti bukan sesuatu yang asing. Sayangnya, kuliner sederhana berbahan ketupat, saus wijen, dan karak ini sekarang mulai jarang ditemui. Padahal rasanya begitu khas, jauh berbeda dari bumbu-bumbu Nusantara pada umumnya, dan sarat dengan cerita masa lalu masyarakat Solo.

Nah, kalau kita sedang berburu cabuk rambak Solo yang otentik, jangan khawatir dulu. Meski semakin langka, masih ada beberapa warung yang setia mempertahankan resep dan cita rasa aslinya. Supaya perjalanan kuliner kita nggak sia-sia, berikut kami rangkum tujuh tempat yang sudah dipastikan masih buka dan layak dikunjungi.

1. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi

foto: Instagram/@jajansolo

Kalau bicara soal cabuk rambak legendaris, nama Bu Parmi selalu masuk daftar wajib. Warung yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Nomor 241 ini mengusung konsep lesehan sederhana, namun justru itulah yang membuat suasananya terasa akrab dan hangat. Saus wijennya diracik dengan takaran pas, tidak terlalu kuat, sehingga cocok buat kita yang baru pertama kali mencoba cabuk rambak.

Menu andalan:

  • Cabuk rambak
  • Nasi liwet
  • Sayur labu siam

Estimasi harga: Rp10.000 – Rp30.000 per porsi

Peringkat Google: 4,6 dari 5

2. Cabuk Rambak Pasar Gede

foto: Instagram/@resep_mamigaluh

Beralih ke jantung kota, tepatnya di Pasar Gede Hardjonagoro, ada penjual cabuk rambak yang letaknya tak jauh dari pintu masuk utama pasar. Cita rasanya sudah melegenda di kalangan warga Solo maupun wisatawan, dengan sambal wijen yang diulek langsung bersama kelapa parut dan bawang putih. Cocok banget dijadikan menu sarapan sebelum lanjut belanja atau jalan-jalan keliling pasar.

Menu andalan:

  • Cabuk rambak dengan taburan karak
  • Es dawet telasih sebagai teman santap

Estimasi harga: Rp5.000 – Rp10.000 per porsi

Baca Juga :  7 Warmindo Terenak di Solo, Terkenal dan Harganya Murah Meriah

Peringkat Google: 4,5 dari 5

3. Cabuk Rambak Bu Yanti

foto: Instagram/@diary_esti

Masih di seputaran Pasar Gede, Cabuk Rambak Bu Yanti jadi favorit lain yang tak kalah menarik untuk dicoba. Bedanya, saus wijen di sini terasa lebih ringan dan seimbang, tidak terlalu kental sehingga tidak bikin enek meski dimakan dalam porsi banyak. Selain itu, warung ini sudah ramai sejak pagi buta, jadi kita perlu datang lebih awal kalau tidak ingin kehabisan.

Menu andalan:

  • Cabuk rambak saus wijen ringan
  • Ketupat gendar iris halus

Estimasi harga: Rp5.000 – Rp10.000 per porsi

Peringkat Google: 4,5 dari 5

4. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Hadi

foto: Google/@Sigit

Selanjutnya, di kawasan Gajahan dekat Alun-Alun Selatan Solo, ada warung Bu Hadi yang jadi andalan warga lokal untuk makan malam. Uniknya, tempat ini buka sampai tengah malam, sehingga jadi pilihan pas buat kita yang baru selesai jalan-jalan di pusat kota dan masih ingin mengisi perut dengan menu tradisional. Banyak juga yang sengaja membeli untuk dibawa pulang karena rasanya konsisten dari waktu ke waktu.

Menu andalan:

  • Cabuk rambak
  • Nasi liwet komplet

Estimasi harga: Rp10.000 – Rp30.000 per porsi

Peringkat Google: 4,5 dari 5

5. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Lestari

foto: Instagram/@fiyash

Kalau kita menginginkan porsi cabuk rambak yang lebih besar, coba mampir ke Lestari di Jalan K.H. Samanhudi, Sondakan. Warung ini terkenal dengan potongan gendar atau ketupatnya yang cukup besar dibanding tempat lain, jadi terasa lebih mengenyangkan. Selain cabuk rambak, di sini kita juga bisa sekalian mencicipi ketan juruh yang manis gurih sebagai penutup.

Menu andalan:

  • Cabuk rambak potongan besar
  • Ketan juruh

Estimasi harga: Rp8.000 – Rp25.000 per porsi

Baca Juga :  7 Warung Sate Ayam Terkenal di Solo, Legendaris dan Bikin Nagih

Peringkat Google: 4,4 dari 5

6. Warung Pecel Yu Temu

foto: Instagram/@suapsumpit

Buat kita yang sedang berolahraga atau jalan pagi di sekitar Stadion Manahan, Warung Pecel Yu Temu di Shelter PKL Manahan bisa jadi tujuan sarapan yang menarik. Selain pecel dan nasi liwet, warung ini juga menyediakan cabuk rambak dengan rasa yang cenderung ringan namun tetap gurih. Lokasinya strategis dan jam bukanya di pagi hari, jadi pas buat mengawali hari sebelum lanjut beraktivitas.

Menu andalan:

  • Cabuk rambak
  • Pecel nasi merah

Estimasi harga: Rp7.000 – Rp15.000 per porsi

Peringkat Google: 4,4 dari 5

7. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Mbak Res

foto: Google/@Agatha Theodora

Terakhir, di Jalan Yos Sudarso dekat perempatan Notosuman, ada warung Mbak Res yang khusus buka di malam hari. Cabuk rambaknya biasa disajikan berbarengan dengan nasi liwet, jadi cocok untuk makan malam yang lebih mengenyangkan. Saus wijennya gurih dengan taburan karak yang melimpah, memberikan tekstur renyah di setiap suapan.

Menu andalan:

  • Cabuk rambak dengan taburan karak melimpah
  • Nasi liwet malam hari

Estimasi harga: Rp10.000 – Rp25.000 per porsi

Peringkat Google: 4,4 dari 5

Itulah tujuh rekomendasi tempat menikmati cabuk rambak Solo yang masih setia mempertahankan cita rasa otentiknya di tengah gempuran kuliner modern. Mulai dari yang legendaris seperti Bu Parmi, sampai yang porsinya paling mengenyangkan seperti Lestari, semuanya menawarkan pengalaman bernostalgia dengan kuliner khas Kota Solo yang kian langka.

Jadi, sebelum cabuk rambak benar-benar sulit ditemukan, yuk sempatkan mampir ke salah satu warung di atas. Selain mengenyangkan perut, kita juga ikut melestarikan warisan kuliner tradisional yang sudah ada sejak dulu. Selamat berburu kuliner, dan jangan lupa ajak keluarga atau teman biar makin seru!

Berita sebelumya7 Warmindo Terenak di Solo, Terkenal dan Harganya Murah Meriah
Berita berikutnyaJOMO: Rahasia Hidup Tenang Bebas FOMO dan Stres Digital