Alfamidi Gandeng SGM Gelar Edukasi Gizi Balita di Wonogiri, Fokus Cegah Stunting

Alfamidi bersama SGM Eksplor menggelar Program Edukasi Keluarga Balita di Kabupaten Wonogiri (Dok Istimewa)
Alfamidi bersama SGM Eksplor menggelar Program Edukasi Keluarga Balita di Kabupaten Wonogiri (Dok Istimewa)

Wonogiri, Solokini.com – PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) bersama SGM Eksplor menggelar Program Edukasi Keluarga Balita di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Alfamidi yang berfokus pada pencegahan stunting serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

Edukasi tersebut digelar di Alfamidi Pracimantoro, Wonogiri, baru-baru ini. Sejumlah ibu bersama balita tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan dan gizi, sekaligus menerima edukasi langsung dari tenaga kesehatan terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya asupan zat besi.

Bidan desa setempat memberikan penyuluhan dengan tema “Cegah Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil, Dukung Jadi Generasi Maju”. Selain sesi edukasi, balita juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Alfamidi turut menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi serta dukungan susu dari SGM.

Baca Juga :  Don Muzakir Tegaskan Sanksi Hukum Bagi Penjual Alsintan Bantuan Pemerintah

Branch Manager Alfamidi Boyolali, Heribertus, mengatakan pemenuhan gizi balita menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting, terutama di Jawa Tengah yang masih memerlukan perhatian bersama.

“Pemenuhan gizi balita sangat penting. Melalui program ini, kami berharap bisa membantu mengurangi risiko stunting dan kurang gizi melalui edukasi dan intervensi langsung kepada masyarakat,” ujar Heribertus.

Ketua Posyandu setempat, Wahyuni, menilai edukasi kepada orang tua terkait kebutuhan zat besi anak usia 1–5 tahun masih perlu terus diperkuat. Menurut dia, bantuan PMT dan susu dari Alfamidi dan SGM dapat membantu pemenuhan gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman orang tua.

Baca Juga :  Archipelago International Perkuat Ekspansi Kuliner, Luncurkan Menu Korea di Solo

“Orang tua perlu memahami kebutuhan zat besi bagi anak. Program ini membantu kami mengedukasi orang tua tentang pilihan nutrisi yang tepat,” kata Wahyuni.

Salah satu peserta, Yani, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman baru bagi orang tua mengenai dampak kekurangan zat besi pada anak.

“Selama ini sering tidak disadari. Padahal, kekurangan zat besi bisa membuat anak mudah lelah, pucat, kurang aktif, hingga tumbuh kembangnya terhambat,” ujarnya.

Peserta lainnya, Surtiyati, juga mengaku mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pentingnya pemenuhan zat besi dan gizi seimbang agar anak dapat tumbuh lebih sehat.

“Saya jadi lebih tahu bagaimana memenuhi kebutuhan gizi anak supaya tumbuh kembangnya optimal,” kata Surtiyati.

 

Berita sebelumyaBandara Adi Soemarmo Layani 60 Ribu Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026
Berita berikutnyaTrafik Data di Jateng dan DIY Meledak Saat Nataru, Indosat Kendalikan Jaringan dengan Teknologi AI